CHAPTER 10 — Pertarungan Pertama yang Sebenarnya
Angin malam terasa kering di tenggorokan, dan dunia seakan mengecil menjadi hanya dua titik:
Kusma.
Dark Wolf.
Monster itu membungkuk rendah, bulu-bulunya berdiri. Napasnya kasar, mata merahnya tidak pernah lepas dari Kusma.
Kael maju setengah langkah.
“Aku bisa menahannya—”
“Tidak!” Sera menahan Kael. “Lihat geraknya… monster itu fokus pada Kusma. Jika kita menyerang tanpa pola, dia akan menerjang kita juga.”
Roviel menelan ludah, wajahnya pucat.
“Dia… dia seperti Dark Wolf penanda. Kalau orang sudah ditandai… hanya dua kemungkinan. Pelaku mati… atau Dark Wolf-nya.”
Kusma mengangkat pedang, tangan gemetar tapi matanya tajam.
Thanks infonya, bro… helpful banget sumpah. Jadi taruhan nyawa nih? Seru amat hidup baru gue.
Dark Wolf mendengus, lalu—
DOOSH!
Melesat seperti bayangan hitam.
“DASH STEP!”
Kusma menghilang dari titik sebelum serangan datang. Tubuhnya bergerak menyamping, nyaris jatuh, tapi berhasil menjaga keseimbangan.
CAPEK BEGO! DASH STEP BUKAN BUAT DI-SPAM!!!
Serangan Dark Wolf meleset, mencakar tanah dan menghasilkan retakan kecil.
Sera menembakkan satu panah.
TAP!
Panah itu mengenai sisi tubuh Dark Wolf—tapi hanya mental.
Kael bersumpah kecil.
“Kulitnya tebal… ini monster Rank C seharusnya!”
Dark Wolf menoleh ke Sera.
Sera terdiam ketakutan.
Namun ia tidak diterjang.
Dark Wolf tetap fokus pada Kusma.
Kusma baru sempat menarik napas, Dark Wolf sudah menukik lagi.
“GHH—!”
Kusma menangkis dengan pedang murahan itu.
KLANG!
Getaran keras membuat tangan Kusma kebas. Pedangnya sampai bergetar.
ATK Dark Wolf terlalu tinggi.
DEF Kusma hanya 5.
HP langsung turun:
────────────────────────
HP -19
HP: 119/170
────────────────────────
KAYAK DIJATUHIN BATU! Mana pedang gue tumpul pula! Sial!
Kael mengambil kesempatan dan menyerang sisi terbuka Dark Wolf.
“RAAAGHH!”
Pedangnya menghantam pundak monster itu.
“—?!”
Tidak sepenuhnya menembus, tapi cukup membuat Dark Wolf terhuyung sedikit.
Kusma melompat ke belakang.
“Nice Kael!”
“Jangan berterima kasih dulu!” Kael memaki. “Dia hampir tidak merasakan seranganku!”
Dark Wolf melompat mundur, menatap Kael dengan geraman rendah.
Tapi serigala itu hanya menggertak sesaat… sebelum kembali fokus pada Kusma.
Kusma mencengkeram pedangnya lebih kuat.
Oke… oke… pikir. Lu ngapain di game kalau lawan monster gede? Cari pola. Cari opening. Jangan brute force.
Dark Wolf merendahkan tubuhnya lagi.
Gerakannya sama seperti di goa.
Dia pakai pola sama?! Charge → swipe kanan → gigit kiri.
“Kael!” Kusma berteriak, “Dia bakal charge dulu, terus swipe kanan!”
Kael sempat terkejut, tapi mengangguk cepat.
Sera menyiapkan panah lain.
Roviel memegang staf, sihir penyembuh siap.
Dark Wolf mengeluarkan raungan—
WRAAAAAARGGHH!!
Lalu berlari.
Kusma menunduk sambil mengaktifkan Dash Step, bergerak ke kiri secepat mungkin.
Dark Wolf mengayunkan cakar kanan ke arah tempat Kusma berada sebelumnya.
KOSONG.
“SEKARANG KAEL!”
Kael berputar cepat dan menusuk sisi tubuh Dark Wolf.
KRAAK!
“GUH! Akhirnya tembus!”
Dark Wolf memekik marah, darah hitam menetes dari lukanya.
Sera memanah tepat ke mata kiri monster itu.
TAP!
“GRRRRAAARGHH!!”
Dark Wolf tergelincir, amarahnya meningkat drastis.
Roviel cepat memulihkan Kael yang hampir kena serangan balik.
Kusma menarik napas dalam-dalam.
Ini kesempatan gue… harus ngasih damage!
Kusma menerjang dengan pedang terangkat—
“HYAAA—!”
Pedangnya menghantam sisi luka Dark Wolf.
CRAAANG!
Pedang tumpul itu menembus sedikit, tapi tidak cukup dalam. Monster itu memutar kepala ke arah Kusma.
Mata merahnya membesar.
“UH-OH—”
SRAAAKH!!
Cakar besar menyapu udara.
Kusma melompat mundur tapi terlambat—goresan mengenai bahu kanannya.
────────────────────────
HP -27
HP: 92/170
────────────────────────
“AARGH—!!”
Darah mengalir dari bahu, penglihatan Kusma bergetar.
Roviel berteriak, “Kusma! Mundur!”
Tapi Dark Wolf sudah bersiap untuk serangan mematikan berikutnya.
Ia meluncur.
Langsung ke arah Kusma.
Kecepatan monster itu meningkat dua kali lipat.
Kael menjerit, “KUSMAAAA!!”
Kusma melihat taring putih itu semakin dekat, udara di hadapannya seperti berhenti.
…game over? Gini?
Tapi sistem di dalam dirinya tiba-tiba bersinar.
────────────────────────
[Hidden Condition Met]
• Mendekati kematian
• Melawan musuh yang pernah dilawan sebelumnya
• Pengalaman pola gerakan cukup
→ Skill Baru Terbuka!
[Counter Instinct Lv.1]
Reaksi otomatis saat diserang dari titik buta atau timing kritis.
Cooldown: 90 detik.
────────────────────────
Tubuh Kusma bergerak sendiri.
Ia memutar pedang ke bawah, menghantam kaki depan Dark Wolf—
TUAAANG!
Monster itu tersandung keras, tubuhnya terguling.
Kael tidak menyia-nyiakan momen itu.
“SEKARANG!!!”
Pedang Kael menghantam leher Dark Wolf dari samping.
CRAAAAAKH!!
Sera menembakkan panah terakhir ke dada monster itu.
Kusma menusuk luka lama di pundak Dark Wolf.
“GRAAAAAARGHHH—!!”
Serigala itu meronta…
…lalu jatuh.
Tubuhnya berhenti bergerak.
Sunyi.
Hanya napas terengah-engah Kusma dan Kael yang terdengar.
Sera menurunkan busurnya.
Roviel langsung berlari menghampiri Kusma.
“Kita… kita selamat! Kita benar-benar selamat!”
Kael menatap bangkai besar Dark Wolf di tanah.
“…Ini… Rank C. Tidak mungkin Rank F melakukan ini.”
Ia memandang Kusma dengan campuran tak percaya dan kagum.
“Kau… anak macam apa sebenarnya?”
Kusma mengangkat pedang tumpulnya… lalu jatuh terduduk.
Gue? …Gamer capek, bro. Gamer capek yang nggak mau mati muda.
Sistem muncul lagi, tepat di depan mata Kusma.
────────────────────────
[Mission Clear]
● Dark Wolf (Elite) dikalahkan
Reward:
• EXP +140
• Level Up! → Level 4
• Stat meningkat
• Drop Item: Dark Wolf Fang x1
• Drop Item: Beast Hide x1
────────────────────────
Nice… finally… progress bro…
Lalu semuanya menjadi gelap.
Kusma pingsan, jatuh ke pelukan Roviel.
“Secepat itu dia jatuh pingsan?!”
Kael tertawa kecil lega.
“Dia memang gila… tapi anak ini punya nyali.”
Di belakang Kael, Sera melihat bangkai Dark Wolf.
“…Benar-benar awal yang tidak biasa.”
Dan malam itu…
Nama “Kusma” mulai dibicarakan di seluruh Leafden.
────────────────────────