CHAPTER 11 — Setelah Pingsan, Dunia yang Berubah
Saat kesadaran Kusma perlahan kembali, ia merasakan sesuatu yang lembut di bawah kepalanya… seperti bantal. Hawa hangat. Bau herbal. Suara gemericik air dari kejauhan.
Ia membuka mata.
Langit-langit kayu.
Kain putih digantung sebagai tirai pembatas.
“Aku… di rumah sakit?” Kusma mengerjap.
Terdengar suara seseorang dari sisi kiri.
“Kau bangun.”
Kusma menoleh. Seorang wanita muda berambut coklat gelap berdiri sambil membawa mangkuk air. Meski berpakaian sederhana, tubuhnya memancarkan aura penyembuh.
“Ah, Roviel…”
Wanita itu tersenyum lembut—senyum yang membuat Kusma merasa sedikit malu.
“Kau pingsan setelah pertempuran. Kami membawamu ke klinik Leafden.”
Kusma duduk dengan hati-hati; bahunya masih diperban.
Gue bener-bener hampir mati. Serius, satu pixel lagi HP gue jadi 0.
Roviel menuangkan ramuan ke kain dan menekannya perlahan ke bahu Kusma.
“Aduh—! Dinginnya—!”
Roviel terkikik.
“Kalau begitu jangan melawan monster Rank C sendirian lagi.”
“Eh… iya… hehehe.”
Gamer buta map jadinya begini.
Tiba-tiba tirai terbuka.
Kael dan Sera masuk.
“Kau akhirnya bangun, bocah!” Kael tertawa besar. “Kami pikir kau mati tadi!”
Sera menatap dengan ekspresi lega bercampur bingung.
“Cara bertarungmu… tidak seperti pemula sama sekali.”
Kusma tersenyum kaku.
“Ah… kebetulan… hoki dikit.”
Dalam hati:
Hoki?! Itu skill baru bro! Hoki dari mana?!
Kael duduk dan mengibas kepalanya.
“Kemenangan itu membuat penjaga kota sangat terbantu. Kau tidak sadar, tapi… itu Dark Wolf yang sudah menandai mangsanya. Jika kau tidak mengalahkannya, mungkin kota diserang malam itu.”
“Serius…?” Kusma menatap kosong.
Wah… pressure meningkat nih. Baru masuk dunia, udah jadi target serigala dendam.
Sera menambahkan, “Guild master ingin bertemu denganmu nanti. Katanya ada laporan khusus.”
Kusma memucat.
…Ya ampun. Mau diinterogasi lagi?!
Kael mengubah topik sambil mengeluarkan sekantong barang.
“Oh ya! Drop item milikmu dari Dark Wolf kemarin. Kami pisahkan sesuai yang kau pukul duluan.”
Ia menyerahkan tas kecil.
────────────────────────
Item Didapat:
• Dark Wolf Fang x1
• Beast Hide x1
• Spirit Mon +4
────────────────────────
“Kalau begitu,” Sera menambahkan dengan pelan, “karena kau juga bantu kami… dan hasilnya cukup besar, kami sepakat membagi sedikit hasil quest kemarin.”
Kael menyodorkan kantong kecil.
“Ambil. Total 4.000.000 Gold, kami bagi rata. Bagianmu 1.000.000 Gold.”
Kusma membelalakkan mata.
“SER—”
Roviel langsung menutup mulut Kusma dengan tangan agar tidak berteriak di klinik.
“Hush! Ini tempat penyembuhan!”
Kusma menunduk malu.
“Oh… iya… maaf…”
1000.0000 Gold! Bro itu banyak buat pemula! Gue kaya mendadak ahahaha—
Begitu Roviel melepas tangan, sistem segera muncul.
────────────────────────
[Total Spirit Mon: 9]
[Gold: 1.000.000]
────────────────────────
Dan sebuah ikon kecil berkedip seperti notifikasi gacha di game mobile.
Kusma menegang.
“…Sebentar.”
Ia membuka menu.
────────────────────────
[GACHA AVAILABLE]
Anda telah menyelesaikan Quest Rank C pertama.
Hadiah: 1x Ticket Gacha (Character )
────────────────────────
Kusma menganga.
“Gue dapet… gacha ticket?”
Kael menatap. “Apa itu?”
“Eh? Ah! Tidak apa-apa!” Kusma melambai-lambai.
Dalam hati:
ANJAY BROOOO— AKHIRNYA GACHAAAAAA!!!
Namun sistem memberikan peringatan:
────────────────────────
[PERINGATAN]
Gacha tidak dapat digunakan di area medis.
Silakan cari tempat aman atau pribadi.
────────────────────────
Kusma menghela napas kecewa.
Kael mengernyit. “Ada masalah?”
“Tidak… cuma… hal penting. Harus sendirian.”
Setelah beberapa jam perawatan, Kusma akhirnya boleh keluar klinik.
Saat mereka keluar ke jalan kota, matahari sore menyinari jalan berbatu. Orang-orang lewat dan memperhatikan mereka, lalu membicarakan sesuatu sambil berbisik.
“Aku dengar itu anak yang kalahkan Dark Wolf…”
“Serius? Yang itu? Yang kurus itu…?”
“Ya. Luar biasa. Guild punya talenta baru.”
Kusma merasa pipinya panas.
Waduh, gue jadi… terkenal? Baru level 4 loh?!
Kael menepuk bahunya.
“Ayo ke guild. Setelah itu terserah kau.”
Sera menambahkan, “Dan… jangan kabur. Guild master tidak suka menunggu.”
“Siap…”
Namun sebelum mereka mencapai pintu guild—
Sistem muncul tiba-tiba.
────────────────────────
[NOTIFIKASI KHUSUS]
Threat Detected:
Sisa aroma Dark Wolf elite masih melekat pada tubuh pengguna.
Kemungkinan besar:
• Dark Wolf lain akan tertarik
• Musuh tipe predator akan mengenali bau tersebut
• Risiko serangan meningkat di luar kota
────────────────────────
Kusma berhenti melangkah.
…Bangke… jadi gue bau umpan sekarang?!
Ini baru awal trouble.
Dan gacha pertama menunggu…
Di momen yang sangat tidak ideal.