CHAPTER 18 — Patroli Malam & Kebenaran yang Terpotong
Malam turun perlahan. Lampu-lampu kota Leafden menyala satu per satu, menciptakan bayangan panjang di jalanan batu. Udara terasa lebih dingin dari biasanya.
Kusma berdiri di gerbang kecil distrik utara sambil menarik nafas panjang.
Oke… oke. Ini cuma quest rank F. Cuma jalan-jalan malam. Cuma… di tempat si stalker nongol kemarin. HAHAHA APAAN NIH.
Sistem memberikan notifikasi.
────────────────────────
【Quest Accept】
Patroli Malam Distrik Utara
Reward: 100.000Gold
Bonus Sistem: +200 Spirit Mon
────────────────────────
Nice… tapi tenang dulu. Jangan tenang banget tapi.
🟦 Distrik Utara
Daerah ini lebih sepi. Kebanyakan bangunan tua, gudang terbengkalai, rumah warga yang kosong. Bahkan suara serangga pun nyaris hilang—seperti seluruh area sedang menahan nafas.
Kusma berjalan perlahan sambil menggenggam pedang.
“Hello? Apa ada orang mojok ?”
Tidak ada jawaban.
Cuma angin.
Ia menyusuri lorong-lorong gelap, memeriksa gang, memeriksa gudang terkunci. Semuanya normal.
Kalau quest ini cuma begini doang, gampang amat. Tapi feeling gua jelek sumpah.
Hingga—
DUP. DUP. DUP.
Suara langkah kaki.
Tepat di ujung jalan berbatu.
Pelan. Teratur. Menyendiri.
Kusma mematung.
“…Halo?”
Tidak ada jawaban. Namun langkah itu semakin mendekat… dan makin jelas terlihat.
Dan dari balik kabut tipis, muncul sosok berkerudung hitam itu lagi.
Tinggi. Kurus. Gerakan lembut, hampir seperti bayangan terapung.
Kusma menelan ludah.
“…Lu lagi.”
Sosok itu berhenti tepat 10 meter di depannya.
Untuk pertama kalinya, ia berbicara dengan suara yang lebih jelas—dingin, namun bukan seperti monster… lebih seperti manusia yang sedang patah.
“Kusma… kau… jauh lebih lemah dari duniaku.”
Kusma berkedip.
“…Dunia… lu?”
Sosok itu sedikit menunduk, kerudungnya bergerak.
“Aku mencarimu… lama sekali. Tapi di dunia ini… kau bukan kau.”
Kusma semakin bingung.
BRO APAAN INI MULTIVERSE ARC?!
“Tunggu. Lu siapa? Kenapa ngikutin gua? Gue nggak punya hutang ke dunia lain.”
Sosok itu mendekat satu langkah.
Kusma reflek mundur dua langkah.
Tubuhnya mengeluarkan tekanan… bukan aura, tapi seperti gravitasi yang memaksa Kusma menegang.
“Kusma… dengar baik-baik. Di duniaku… kau—”
PRAAAAK!!
Sebuah suara keras memotong kata-kata itu.
Atap gudang tua di samping mereka roboh, menghasilkan debu besar dan suara keras. Keduanya sontak menoleh.
Saat Kusma kembali melihat ke depan—
Sosok berkerudung itu menghilang.
Sistem berbunyi keras seakan marah.
────────────────────────
[Percakapan Terputus]
Entitas misterius: melarikan diri.
Fragmen anomali terdeteksi: 2/3
Side Story Progress: 『Bayangan di Balik Kota』 2/3
────────────────────────
Kusma mengangkat kedua tangan.
“BRO BRO BRO!! Kenapa tiap kali mau jelasin, mesti hilang?! MALAH CLIFFHANGER KAYAK ANIME SEKOLAH MINGGU!!”
Ia menghampiri lokasi runtuhan, tapi tidak ada tanda sosok itu.
Hanya batu, kayu lapuk, dan… satu benda kecil berwarna hitam tergeletak.
Shadow Residue x1
(Fragmen kedua)
Kusma memungutnya.
Gila… makin absurd tapi makin penasaran. Dia bilang ‘duniaku’? Ada berapa versi gue sebenernya?!
Sistem mengonfirmasi.
────────────────────────
【Quest Clear】
Patroli Malam Distrik Utara
Reward Guild: 100.000Gold
Bonus Sistem: +200 Spirit Mon
────────────────────────
Gold: 635.000
Spirit Mon: 455
TEN PULL… AMAT SANGAT DEKAT…!!
Kusma menghela napas berat.
“Besok… gua cari tahu sampai habis harusnya jawaban keluar.”
Ia menengok ke langit malam.
Di kejauhan… pada puncak menara jam kota… sebuah bayangan tipis mengintipnya