CHAPTER 19 — Pertemuan Terakhir Dengan Bayangan
Pagi itu, Kusma bangun dengan kepala berat. Meski tubuhnya segar, pikirannya penuh pertanyaan.
“Aku yang… dari dunianya? Maksudnya apa coba…”
Ia duduk di tepi ranjang, membuka menu sebentar.
NAMA: Kusma
Role: ??? (Belum terbuka)
Level: 7
HP: 340
MP: 40
ATK: 22
DEF: 13
Equip:
• Short Iron Sword (N)
• I
Item:
• Slime Gel x10
• Dark Wolf Fang x1
• Beast Hide x3
• Shadow Residue (finalized)
• Gold: 635.000
• Spirit Mon: 453
• Ticket Gacha: 0
Partner: 0
Passive:
• Survival Instinct Lv.1
• Counter Instinct Lv.1
Skill:
• Dash Step Lv.1
• Lightning Step (SR)
Ten pull masih jauh lagi… tapi sebelum itu , gua harus selesain urusan ini dulu.
Guild pagi hari seperti biasa—ramai, hiruk pikuk, bau roti panggang dan keringat campur jadi satu.
Mari melihat Kusma masuk dan melambaikan tangan.
“Kusma, kau tepat waktu. Ada quest baru hari ini.”
Namun saat Kusma mendekat, mari menyipitkan mata.
“Kau… terlihat gelisah. Ada sesuatu yang terjadi?”
Kusma hendak menjawab, tapi sistem tiba-tiba berbunyi:
────────────────────────
[Side Story Progress: 2/3 → 3/3]
Fragmen Anomali lengkap.
Lokasi final terdeteksi.
Tujuan: Pergi ke Menara Jam Leafden (pukul 22:00).
────────────────────────
Kusma menegang.
Mari menyadari perubahan itu.
“Kusma? Kau baik-baik saja?”
Kusma memutuskan berbohong sedikit.
“Hanya… quest pribadi. Malam ini aku harus pergi ke menara jam.”
Sera terdiam.
“…Hati-hati. Belakangan… kota ini tidak sesehat biasanya.”
Kusma tersenyum tipis.
“Aku tahu.”
🕙 Malam hari — pukul 22.00
Angin dingin menyapu kota Leafden. Lampu-lampu mulai dipadamkan oleh penjaga malam.
Kusma berjalan ke menara jam, bangunan tua setinggi lima lantai yang jarang dijamah warga. Tempatnya sedikit menyeramkan, tapi juga sempurna untuk… pertemuan rahasia.
Pintu kayu menara jam berbunyi ketika ia dorong.
KREEEEEAK—
Di dalamnya gelap. Tangga spiral naik ke atas.
Setiap langkah terdengar bergema.
Oke… boss fight vibes makin kerasa ini.
Ketika ia sampai di lantai paling atas, angin menerpa wajahnya.
Menara jam terbuka di bagian puncak, membiarkan langit malam terlihat jelas.
Dan… di sana.
Sosok berkerudung hitam berdiri menghadap kota, punggungnya menghadap Kusma.
Seakan sudah menunggunya sejak lama.
“Jadi… akhirnya kau datang.”
Suara itu sangat jelas. Tenang. Namun menyiratkan luka lama.
Kusma menarik pedang.
“Sekarang jelasin semuanya. Kenapa lu ngikutin gue? Apa maksudnya ‘duniaku’?”
Sosok itu tidak menoleh.
“Kusma… apa kau pikir hanya kau satu-satunya yang ‘jatuh’ ke dunia ini?”
Kusma membeku.
…Apa?
“Ada banyak dunia. Ada banyak garis waktu. Dan di salah satunya… aku mengenalmu. Kau kuat… sangat kuat. Tapi kau mati. Dan aku… kehilangan segalanya.”
Sosok itu akhirnya menoleh, memperlihatkan sedikit wajahnya—pucat, mata gelap dengan lingkaran merah samar.
“Ketika aku terlempar ke dunia ini… aku merasakan sesuatu. Fragmen dirimu. Tapi berbeda. Lebih lemah… lebih… belum jadi.”
Kusma: “…jadi lu nyari gue? Karena gue mirip ‘Kusma’ versi tempat lu?”
Sosok itu mengangguk pelan.
“Aku ingin melihat apakah kau… masih bisa menjadi dia.”
Sistem berbunyi.
────────────────────────
[Hidden Truth: Completed]
Identitas:
『Shade Wanderer — Mantan Rekan Kusma dari timeline lain』
Status: Tidak bermusuhan
Motivasi: Mencari “Kusma” versi dirinya
────────────────────────
Kusma perlahan menurunkan pedang.
“…Jadi lu bukan mau bunuh gue.”
“Bunuh?” sosok itu tertawa kecil.
“Aku bahkan tidak bisa menyentuhmu tanpa membuat dunia ini retak. Aku hanya… ingin memastikan.”
Ia kemudian melihat ke tangan Kusma.
“Kau jauh berbeda. Kau bukan dia. Tapi mungkin… kau bisa menjadi lebih.”
Bayangan di tubuhnya mulai memudar.
“Aku tidak bisa berada di dunia ini lebih lama. Fragmenku akan hancur.”
Kusma melangkah maju.
“T-Tunggu! Kalau lu cuma mau ngecek kondisi gue, kenapa harus stalking tiap malam?!”
Sosok itu tersenyum samar untuk pertama kalinya.
“Aku… lupa bagaimana caranya menjadi manusia biasa.”
Ia menatap Kusma terakhir kali.
“Kusma. Dengarkan satu hal.”
Cahaya bayangan mulai tercerai-berai oleh angin.
“Ada sesuatu di dunia ini… yang membunuhmu di duniamu.
Dan aku rasa… ia juga ada di sini.”
Kusma membeku.
“…Apa…?”
Sosok itu menghilang sepenuhnya—seperti abu yang tertiup angin.
Menyisakan hanya satu kalimat:
“Selamat berpetualang… Kusma yang baru.”
Kusma berdiri diam, tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
…ada yang membunuh gue di timeline lain? Dan dia ada di sini juga?
Sistem memberikan notifikasi akhir.
────────────────────────
【Side Story “Bayangan di Balik Kota” — COMPLETED】
Reward:+ 500 Spirit Mon
Insight Unlocked: “Ancaman Tak Terlihat”
────────────────────────