- Update
37
Baik — kita masuk ke momen besar: kemunculan Orc Captain (Rank B).
Chapter ini akan intens, penuh tekanan, dan menunjukkan betapa berbahayanya ancaman yang sebenarnya.
⭐ CHAPTER 39 — KEDATANGAN ORC CAPTAIN (RANK B)
Gelombang pertama Orc akhirnya tumbang.
Tanah penuh bangkai hijau, darah memercik di antara es yang menutupi tanah. Para petualang menarik napas terengah, sebagian duduk karena lelah, sebagian masih berjaga-jaga.
Namun meski pertempuran baru mereda, suasana menjadi semakin tegang.
Karena Aria—yang aura magisnya sangat sensitif—menatap ke arah hutan timur dengan wajah memucat.
“Master…”
Suara Aria bergetar tipis.
Kusma menoleh cepat.
“Aura besar itu masih ada?”
Aria mengangguk pelan, mata birunya menajam.
“…Iya. Dan semakin dekat.”
Angin malam menggoyangkan pohon-pohon. Tanah bergidik samar—bukan karena langkah banyak Orc, tapi karena sesuatu yang jauh lebih berat.
Raik maju cepat, wajahnya pucat.
“Ada apa, Aria? Kau melihat sesuatu?”
Semua petualang menunggu jawaban.
Aria menggigit bibir, lalu berkata:
“Aura itu… bukan Orc biasa. Juga bukan Slasher atau Warrior. Itu… Orc Captain. Rank B.”
Keributan langsung pecah.
“Orc Captain?! Rank B—itu di luar jangkauan Leafden!!”
“Kita cuma Rank C semua!!”
“Mana mungkin kita bisa menahan itu?!”
Beberapa petualang mulai panik, bahkan ada yang mundur beberapa langkah tanpa sadar.
Namun kepala guild Leafden datang dari belakang rombongan, menepuk bahunya sendiri sambil mendecak pelan.
“Tenang. Kita belum mati.”
Ia menatap Kusma dan Aria.
“…Kalian berdua. Tetap dekat.”
Aria mengangguk, sementara Kusma meletakkan tangan di gagang Frostveil Sabre.
“Aku tahu,” jawabnya pelan.
⭐ TANDA PERTAMA — SUARA LANGKAH YANG BERAT
DOOM…
Satu langkah.
Tanah gemetar.
Para petualang langsung terdiam.
Rasa takut merayap dari ujung kaki sampai tengkuk.
DOOM…
Langkah kedua.
Burung-burung terbang dari pohon, panik, melarikan diri dari titik itu.
Aria memegang lengan baju Kusma tanpa sadar, wajahnya pucat.
“Master…”
Kusma menepuk tangan Aria pelan.
“Tenang. Aku di sini.”
Aria mengangguk pelan, tapi tubuhnya tetap menegang.
⭐ KEMUNCULAN ORC CAPTAIN
Semak belukar hancur.
Pohon seperti terbelah paksa.
Dan dari balik kegelapan itu muncul—
Sosok raksasa setinggi 3 meter, otot sebesar bongkahan batu, kulit hijau gelap dengan runa merah menyala di lengannya.
Taringnya panjang, hampir menyentuh dagu.
Ia membawa kapak ganda sebesar tubuh manusia dewasa.
[ORC CAPTAIN — Rank B]
Komandan pasukan Orc.
Memiliki kekuatan fisik masif, kecepatan mengejutkan, dan kemampuan “War Command” yang bisa memperkuat Orc lain.
Orc Captain berhenti di tengah lapangan.
Aura membunuh memancar dari tubuhnya.
Semua petualang tersungkur oleh tekanan itu.
“K-Kekuatan apa ini…”
“Gak bisa bergerak…!”
“Dia cuma berdiri tapi tubuhku dingin…”
Aria memejamkan mata.
“Master… aura ini… sangat berbeda. Bahkan Frozen Domain Anda mungkin tidak cukup membatasi gerakannya…”
Kusma menghela napas.
“…B atau B–?”
Aria membuka mata.
“…B murni.”
Kusma mencibir.
“Ya sial. Ini berat.”
⭐ ORC CAPTAIN BERBICARA
Orc Captain mengangkat kepalanya, menatap petualang kecil-kecil di depannya seperti binatang melihat mangsa yang mudah.
“…Manusia… lemah…”
Ia menunjuk ke arah desa dengan kapaknya.
“…Hancurkan… semua…”
Walaupun suaranya berat dan kasar, setiap kata membuat bulu kuduk semua orang berdiri.
Raik menggertakkan giginya.
“Kita tidak boleh mundur! Kalau Captain lewat, desa tamat!”
Kepala guild berteriak:
“FORMASI!! SIAPKAN TOMB—”
Sebelum ia selesai bicara, Orc Captain bergerak.
Tidak seperti tubuh besar dan beratnya, pergerakannya menghilang seperti bayangan.
Aria menjerit:
“MASTER! DIA GERAK—!!”
⭐ SERANGAN PEMBUKA ORC CAPTAIN
Orc Captain muncul di depan dua petualang terdekat.
Para petualang bahkan tidak sempat angkat perisai.
WHAMMMMM!!
Satu ayunan kapak.
Perisai hancur.
Armor patah.
Dua petualang mental sejauh 7 meter.
“AARGGGH!!”
“UGHH—!!”
Mereka langsung tidak sadarkan diri.
Semua yang melihat menjadi pucat.
“Itu… itu baru serangan pertama…?”
“Dia memukul seperti monster kelas A!!”
“Tidak mungkin kita bisa menang!”
Kepala guild mengumpat.
“Sial… ini buruk…”
Kusma maju selangkah.
Aria menatapnya dengan panik.
“Master, jangan! Orang lain ada—!”
“Aku tahu.”
Kusma menunduk sedikit, mematikan aura berlebihan agar tidak menarik kecurigaan.
“Aku tidak akan pakai semua kemampuan. Hanya… cukup untuk bertahan.”
Aria menggigit bibir.
“…Baik. Saya akan mendukung dari belakang. Jangan pergi terlalu jauh.”
⭐ MOMEN KRITIS — ORC MENGARAHKAN KAPAK KE ARIA
Saat formasi hancur, Orc Captain mengalihkan pandangan.
Eye contact.
Ke Aria.
“…Mage… kecil… kuat…”
Aria tersentak.
“Master… dia melihatku…”
Orc Captain mengangkat kapaknya.
“Bunuh… penyihir…”
Kusma langsung memucat, darah naik ke kepala.
“Aria, mundur!”
Tapi Orc Captain sudah melesat, menargetkan Aria langsung—beberapa petualang bahkan tak sempat menutup arah itu.
Aria mengangkat tangan gemetar.
“『Moonlight Barrier』!”
Barier bulan terbentuk.
Kapak Captain menghantamnya—
BOOOOOM!!
Barrier Aria retak keras.
Aria terlempar mundur 3 meter.
“Ah—!!”
Kusma berteriak:
“ARIA!!”
Pada detik itu, Kusma meraih pedangnya.
Es biru memancar kuat di sekitar tubuhnya.
“Kalau kau sentuh Aria lagi… mati kau.”
Aura dingin menyebar—cukup besar untuk membuat Captain melirik sedetik.
Pertempuran besar antara Rank C dengan pedang OP dan Orc Captain Rank B…
akan dimulai.
⭐ CHAPTER 39 SELESAI
Chapter selanjutnya akan lebih brutal dan epik.
Pilihan untuk CHAPTER 40 — Pertarungan Orc Captain:
1️⃣ Kusma menahan Orc Captain sementara Aria heal & buff nonstop
2️⃣ Orc Captain fokus hanya ke Aria → Kusma harus melindungi secara agresif
3️⃣ Kusma vs Orc Captain (Duel Murni) tapi Kusma harus menahan agar tak terlalu mencolok
4️⃣ Orc Captain menghancurkan formasi → Kusma terpaksa aktifkan Frozen Domain besar
Pilih 1 / 2 / 3 / 4.