38
Update

38

Baik — kita lanjut CHAPTER 40 dengan pilihan 1, plus tambahan kemunculan Orc Lord dan buff Aria yang semakin kuat bila ia mengalirkan lebih banyak MP.


CHAPTER 40 — PERTARUNGAN MELAWAN ORC CAPTAIN & KEDATANGAN ORC LORD

Ledakan hantaman kapak sebelumnya masih terasa di udara.
Aria terbatuk kecil, lututnya goyah. Barriernya hancur sebagian—namun sinar lunar di tubuhnya masih menyala.

Kusma menahan napas sejenak, lalu maju ke depan Aria.

“Aria, tetap di belakangku.”

Aria mengangguk sambil memegang dadanya yang bergetar.
“T-Tentu, Master… saya bisa—meningkatkan barier lagi… tapi butuh sedikit waktu…”

Kusma mencengkeram Frostveil Sabre dengan kedua tangan.

Udara langsung berubah dingin.

ORC CAPTAIN MAJU LAGI

Orc Captain menggeram, napasnya seperti uap panas.

“Manusia… kecil… menghalangi…”

Ia mengangkat kapaknya—kali ini dengan niat membunuh yang penuh.

Kusma menarik napas.
“Glacier—”

Namun Aria berteriak kecil:

“Master! Buff dulu!”

Cahaya bulan melesat ke tubuh Kusma.

『Astral Tether』 — Buff ATK + AGI + Regen

Tubuh Kusma diselimuti cahaya biru lembut.
AGI-nya melonjak…
Jantungnya berdebar cepat namun stabil.

“…Thanks, Aria.”

Aria tersenyum tegang.
“Selalu!”


CLASH PERTAMA

Orc Captain mengayun kapak dengan kekuatan yang cukup untuk membelah batu.

WHOOOM!!

Kusma menghindar dengan Dash Step yang dipercepat buff Aria.

Kapak menghantam tanah — menciptakan kawah.

Kusma menusuk balik cepat.

CHAAAK!!

Frostbite terbentuk di lengan Captain.
Kabut es naik di sekitar luka.

Orc Captain mundur setengah langkah.
Ia menggeram marah.

“Pedang… dingin…”

Kusma menyiapkan stance.

“Ayo sini, babi hijau.”


ARIA MEMPERKUAT BARRIER SAMBIL HEAL

Aria menahan napas, lalu mengangkat tongkatnya.

“『Moonlight Barrier — Amplified Form』!!”

Kali ini ia mengalirkan lebih banyak MP.
Cahaya lunar membungkus Kusma seperti perisai licin kaca.

Barier itu bersinar tiga kali lebih tebal dari sebelumnya.

Aria gemetar—bukan karena takut, tapi karena fokus.

“Jika saya mengalirkan lebih banyak MP… kekuatan barrier meningkat sampai 60%...” gumam Aria.

Buff, heal, barrier.
Ia bekerja seperti mesin support tingkat S.

Kusma merasanya dengan jelas.

“…Gila, Aria. Kamu OP beneran.”

Aria tersipu tapi tetap fokus.

“Master, mohon jangan hancurkan barier dalam 10 detik pertama…”

“Usahakan,” jawab Kusma sambil tersenyum miring.


ORC CAPTAIN SERANGAN CEPAT

Orc Captain tiba-tiba menghilang dari pandangan.

“—!! Master! Di kanan!!”

Kusma memutar tubuh.

Kapak turun menyilang.

Kusma mengangkat pedang → benturan keras mengguncang barier lunar.

BBAAANGG!!

Retakan muncul, tapi tidak pecah.

Aria menggigit bibir, menambah MP.

“Menahan… menahan…”

Kusma menendang perut Captain—cukup untuk memberi jarak.


SERANGAN BALIK KUSMA

“Glacier Cut!”

Gelombang es biru meluncur.

SRAAAASH!!

Mengenai dada Captain. Kulitnya membeku sebagian, gerakannya melambat.

Slow 25% → aktif
Freeze 0.4 detik → aktif singkat

Kusma langsung memakai momen itu.

“Snowstep Mirage!”

Ia bergerak seperti bayangan, meninggalkan afterimage es yang ikut memotong.

Orc Captain meraung.

“GRAAAAAHH!!”

Darah hijau menetes dari luka es.

SUASANA MEMBURUK TIBA-TIBA

Namun—

Aria tiba-tiba merasakan sesuatu.

“…M-Master…”

Tubuh Aria bergetar hebat.
Ia menatap ke arah hutan barat.

“Ada… aura lain… jauh lebih besar…”

Kusma langsung memandang ke arah itu.

“Aura besar lagi?”

Aria mengangguk cepat.

“Ini bukan Orc Captain… ini… ini—”

Tanah bergetar…
Angin merintih…
Pohon-pohon tumbang satu per satu…

Dan lalu—

Sebuah sosok raksasa muncul dari balik hutan.

Tinggi 4 meter.
Kulit hijau gelap kehitaman.
Tanduk melengkung dari tengkoraknya.
Armor tulang di dadanya.
Kapak raksasa seperti tiang pohon.

【ORC LORD — RANK A–】
Raja Orc.
Pemimpin pasukan.
Menguasai “War Dominion” — buff area untuk seluruh Orc.

Semua petualang ambruk ke tanah oleh tekanan aura.

“A-Apa itu…!!”
“Rank… A…? Di dekat Leafden…?!”
“Itu tidak mungkin…!!”

Orc Captain langsung berlutut pada makhluk itu.

“L-Lord…”

Orc Lord mengeluarkan suara berat seperti guruh.

“…Hancurkan.
Semua.”

Matanya jatuh pada Aria.

“Penyihir… bulan…”

Aria memucat seketika.

“Ma… Master…”

Kusma mengepal gagang pedang, rahangnya mengeras.

“Dua lawan dua ini udah gak lucu lagi.”

Aria menarik napas, mencoba menenangkan tubuhnya yang gemetar.

“…Saya akan… mengalirkan MP lebih besar. Saya bisa memperkuat Anda lagi, Master…”

Kusma menatap Aria dengan mata tegas.

“Aria… jangan paksa diri.”

Aria tersenyum samar.

“Tapi… kalau saya tidak memaksa… Master bisa terluka.”

Dan cahaya lunar kembali menyelimuti seluruh tubuh Aria.

Kekuatan support-nya naik lagi.
MP-nya mengalir seperti sungai ke arah Kusma.

“Master… saya siap.”

Kusma memutar pedangnya—es memercik di udara.

“Baik. Kita hadapi mereka berdua.”

Orc Captain menggeram.
Orc Lord mengangkat kapaknya.
Aria memperkuat barrier & buff.

Kusma mengaktifkan stance ofensif.

Dan perang besar sungguhan…

baru saja dimulai.


⭐ CHAPTER 40 SELESAI ⭐

Ini sudah sangat tegang dan dramatis.
Siap ke CHAPTER 41 — Pertarungan Orc Lord & Captain?

Pilih gaya:

1️⃣ Kusma fokus lawan Captain, Aria duel sihir support melawan dominasi aura Orc Lord
2️⃣ Kusma melawan dua sekaligus dengan bantuan buff ekstrim Aria
3️⃣ Aria jadi target utama Orc Lord → Kusma bertarung brutal untuk melindungi Aria
4️⃣ Orc Lord membuka War Dominion → semua Orc yang tersisa jadi lebih kuat

Pilih 1 / 2 / 3 / 4.