39
Update

39

Baik — kita lanjut CHAPTER 41 dengan pilihan 2: Kusma melawan dua sekaligus dibantu buff ekstrem Aria.

Chapter ini akan jadi salah satu pertarungan paling epik di Arc Rank C, memperlihatkan bagaimana Kusma & Aria mulai terlihat seperti duo berbahaya walau mereka menahan kekuatan aslinya.


CHAPTER 41 — DUA MUSUH RANK B & RANK A DALAM SATU PERTEMPURAN

Angin bertiup keras saat kedua orc raksasa berdiri berdampingan.

Orc Captain: Rank B
Orc Lord: Rank A–

Aura tekanan mereka membuat tanah di bawah kaki para petualang bergetar tak stabil.
Beberapa petualang bahkan sudah tidak mampu berdiri dan hanya bisa merangkak mundur.

Kepala guild memandang situasi dengan wajah putus asa.
“Ini gila… dua monster setingkat itu… Leafden tidak punya kekuatan untuk melawan mereka…”

Namun justru di saat semua orang gemetar ketakutan—

Kusma maju selangkah.

Dengan pedang es bercahaya di tangan.

Aria mengikuti dari belakang, cahaya lunar naik seperti sayap.

Para petualang tertegun melihat pasangan itu.

“E-Eh… mereka maju?!”
“Itu bunuh diri!”
“Tidak mungkin Rank C bisa menahan dua itu—!”

Tapi Aria mengangkat tongkatnya tinggi.

Cahaya biru perak memancar, jauh lebih kuat dari sebelumnya.


ARIA MENGAKTIFKAN FULL SUPPORT MODE

Aria memejamkan mata.
Napasnya dalam.
Energi lunar mengalir dari tanah, udara, dan sihir astral di atas.

“Master… ini buff tingkat tertinggi yang bisa saya berikan tanpa membahayakan jiwa saya…”

Kusma menoleh sedikit.

“Aria… kamu yakin?”

Aria mengangguk, walau wajahnya sudah mulai berkeringat.

“Saya… yakin. Karena Master ada di depan saya.”

Dan buff itu turun seperti hujan cahaya.


✨ BUFF BESAR AKTIF ✨

『Astral Tether — Max Output』

ATK +40%
AGI +45%
Regen HP/MP meningkat pesat
Resistansi +10%

『Moonlight Barrier — Reinforced Overchannel』

Barrier x3 ketebalan
Damage reduction +20%
Stabilitas sihir meningkat

『Lunar Blessing』 (buff baru yang muncul karena Level Aria naik)

Peningkatan respons refleks Kusma
Efek dingin dari pedang diperkuat
Cooldown skill kusma -10%


Kusma merasakan tubuhnya seperti menyala.

Tulangnya terasa ringan.
Kecepatannya melonjak seperti angin.
Dan pedang di tangan memancarkan cahaya dingin menusuk.

“…gila, Aria. Ini buff apa atau doping ilegal?”

Aria tersenyum malu sambil menjaga konsentrasi.

“Buff premium, Master.”


KUSMA AKTIFKAN HARIMAU ES

Kusma menggesek pedang ke tanah.
Es menyebar melingkar.

“Kalau gitu… mari kita mulai.”

Orc Captain menggeram.

Orc Lord menunduk rendah, melihat Kusma seperti melihat semut yang aneh.

“…Manusia kecil… menantang kami?”

Kusma mengangkat pedang.

“Salah.”

Ia melangkah maju.

“Aku menantang kalian berdua.”

Aura Orc Lord meledak.

DUAAARRR!!

Gelombang tekanan mendorong semua petualang mundur terpental.

Tapi—

Kusma tetap berdiri.
Tanpa bergeser satu langkah pun.

Barier Aria menyala terang menghadapi tekanan itu.

Aria memegang tongkat dengan kedua tangan, wajah tegang.

“Master… saya akan jaga Anda… tolong jangan pergi dari jangkauan buff…”

Kusma tersenyum tipis.

“Tidak akan.”


PERTEMPURAN DIMULAI

Orc Captain melesat ke kiri.
Orc Lord melesat ke kanan.

Dua raksasa menyerbu dalam kecepatan yang tak pantas untuk tubuh mereka.

“MASTER!!”

Aria memekik, buff meningkatkan CPT (reaction time) Kusma.

SWISH—!

Kusma menghindar dari kapak Captain.

BAAANG!!
Tanah terbelah.

Orc Lord datang dari kanan, kapak raksasa meluncur dari atas.

Kusma memutar tubuh.

“Snowstep Mirage!”

VRRRRRT!

Ia menghilang, bayangan es terbentuk, menyerang balik.

Dua serangan raksasa itu mengenai tanah kosong.

Petualang terperangah.

“Dia… dia menghindari serangan dua monster rank tinggi sekaligus?!”
“Itu bukan kecepatan rank C!!”
“Siapa orang itu sebenarnya?!”

Orc Lord menyempitkan mata.

“…Cepat…”

Kusma melesat ke depan.
Captain mencoba menghadang, tapi Kusma mengayunkan pedang.

Glacier Cut!!

Gelombang es memanjang—

SLAAAAASH!!

Mengenai Captain di lengan dan dada.
Captain terpental dua langkah, darah berjatuhan.

“GRAAAAHHH!!”

Namun belum sempat Kusma mengejar, Orc Lord menyerang dari belakang.

“Master!! Hati-hati!!”
Aria menjerit, mengirimkan mini-barrier otomatis.

Kusma membalik pedang.

CLAAANG!!

Benturan kapak raksasa dan Frostveil Sabre mengguncang udara.

Barier Aria retak.
Tapi tidak pecah.

Aria menambah MP ke barrier.

“M-Master… saya tahan…!”

Kusma menahan serangan Orc Lord dengan satu tangan, mata menyala penuh determinasi.

“…Aria. Kau luar biasa.”

Aria tersipu sambil berusaha tidak pingsan.

“Itu karena… Master yang harus saya lindungi…”


DUA MONSTER MENYERBU SEKALIGUS

Orc Captain menerjang lagi, kali ini dari sisi kiri.

Kusma menggertakkan gigi.

“Dua arah sekaligus?!”

Aria memusatkan seluruh energi.

“『Moonlight Acceleration!!』”

Buff baru menyala di kaki Kusma.

Kecepatan +55% selama 6 detik.

Kusma melompat setinggi hampir 4 meter.

Dua orc raksasa menabrak satu sama lain karena gagal menyentuhnya.

BOOOOMM!!

Tanah pecah, debu tebal naik.

Kusma turun di belakang mereka.

Pedangnya berkilau.

“Sekarang giliran gue.”


SERANGAN KOMBINASI

Step 1:
Snowstep Mirage → menghindar + bayangan es menyerang Captain → Captain stagger.

Step 2:
Dash Step → gerakan mendadak ke sisi kanan Orc Lord.

Step 3:
Glacier Cut → mengenai kaki Orc Lord, membuatnya melambat.

Step 4:
Cold Flow (bonus damage) → serangan tambahan terpicu karena Frostbite.

Step 5:
Aria menambahkan buff ATK lagi.

Step 6:
Kusma berputar cepat—

“Frozen Domain.”

Es meledak, membentuk zona dingin radius besar.

Orc Captain dan Orc Lord berteriak.

Kecepatan mereka terpotong.
Damage mereka menurun.
Gerakan jadi berat.


SITUASI BERBALIK DI TANGAN DUA ORANG

Para petualang menatap tanpa percaya.

“Dia… dia sendirian nahan dua monster itu!”
“Yang di belakang itu support mage?! Kenapa buff-nya sekuat itu?!”
“Gak mungkin rank C bisa melakukan ini… ini udah setara party peringkat A!”

Kepala guild menatap Kusma dan Aria dengan mata tajam.

“…Anak itu… bukan orang biasa.”

Aria berkeringat deras, tubuhnya agak goyah.
Kusma mendekat sedikit.

“Aria, masih kuat?”

Aria memaksakan senyum.

“Selama Master berdiri… saya tidak akan jatuh.”

Kusma menggenggam pedang lebih kuat.

“…Baik. Kita akhiri dua babi ini.”

Orc Lord berdiri, mata merah menyala penuh amarah.

“Manusia… kecil…
…mati.”

Dan ia mulai mengaktifkan tekniknya.

【War Dominion】

Aura hitam menyebar.

Bahkan Captain bangkit kembali dengan kekuatan meningkat.

Kusma mengangkat pedang.

Aria menaikkan buff terakhir.

Dan pertarungan terbesar dalam arc Rank C…

memasuki babak klimaks.


⭐ CHAPTER 41 SELESAI ⭐

Pertempuran makin panas, Aria makin dipaksa push MP, Kusma semakin terlihat seperti monster terselubung.

NEXT:

CHAPTER 42 — War Dominion Aktif, Orc Lord & Captain Masuk Mode Berbahaya

Pilih gaya pertarungan selanjutnya:

1️⃣ Kusma & Aria mencapai batas — pertarungan brutal hingga barier hampir pecah
2️⃣ Kusma menemukan celah Orc Lord → serangan balik epic
3️⃣ Aria mengaktifkan kemampuan support tersembunyi yang belum pernah ia gunakan
4️⃣ Para petualang bangkit dan membantu sedikit (walau tetap Kusma & Aria pusatnya)

Pilih 1 / 2 / 3 / 4.