CHAPTER 8 — Tes Awal Guild & Masalah Pertama
Pintu Guild Leafden terbuka dengan suara berderit berat.
Di dalamnya… ramai. Meja kayu panjang, banner guild robek di ujung, papan quest penuh kertas, dan para petualang dengan armor lusuh bercampur wangi alkohol tipis.
Kusma menelan ludah.
“Bro… vibes guildnya klasik, tapi terasa nyata. Mantap… tapi agak ngeri.”. Jangan bikin salah, nanti dihajar tukang barbar.
Sang resepsionis, Mira, berdiri di balik meja. Senyumnya profesional, ujung ikat kepala ekor kudanya bergerak halus.
“Selamat datang di Guild Petualang Leafden. Anda ingin mendaftar?”
“Iya, saya mau daftar.”
"Mohon maaf biaya pendaftaran kira berapa ya? "
"Oh, pendaftaran gratis. Anda bisa langsung mendaftar tanpa biaya.
Mira mengangguk dan mengambil sebuah batu putih berbentuk lonjong.
“Baik. Ini Batu Penilai Bakat. Tolong letakkan tangan Anda di atasnya. Batu ini menentukan kategori kemampuan dasar Anda… walau tentu saja tidak sepenuhnya akurat.”
Kategori? Oke… kalo gacha mah biasanya ada role support, DPS, tank. Jangan-jangan ini mirip-mirip.
Kusma meletakkan telapak tangannya.
Batu itu bergetar… lalu memancarkan cahaya samar.
Namun…
Cahayanya tidak berubah warna.
Beberapa petualang menoleh.
“Heh? Batu itu tidak berubah ?”
“Berarti bocah itu… nggak punya bakat?”
“Hahaha, sudah kuduga dari mukanya!”
Kusma membeku.
“Bangke… sistem ini kayak nge-prank gue aja!” Harusnya ada class epik gitu minimal!
Mira mengerutkan alis tipisnya, lalu mencoba mengusap batu itu seperti mengecek mesin rusak.
“…Huh? Tidak ada reaksi. Ini jarang terjadi.”
Ia menatap Kusma, sedikit bingung.
“Sepertinya Anda… tidak terdeteksi dalam kategori mana pun.”
Ya iya lah, sistem gue sistem gacha dunia lain. Mana bisa kebaca.
Beberapa adventurer tertawa kecil.
“Wah, bocah tanpa bakat.”
“Hati-hati mati di misi gathering rumput.”
“Hahahaha!”
Satu petualang besar berbaju kulit, tampangnya seperti barbar failed, melangkah mendekat sambil menepuk bahu Kusma.
““Nak, kalau mau cepat mati, bilang saja. Guild ini bukan tempat main-main.”
Kusma tersenyum tipis… tapi matanya tajam.
Mati kepala bapak lo. Skill gue aja masih belum kebuka semua, nunggu gacha doang nih.
Mira mengangkat tangan menenangkan.
“Cukup. Batu ini tidak menentukan masa depan seseorang. Saya bisa tetap memproses pendaftaran Anda.”
Pria barbar itu mendengus dan menjauh.
Mira menyerahkan formulir sederhana.
“Nama?”
“Kusma.”
“Baik. Anda akan kami daftarkan sebagai Adventurer Rank F. Kemampuan bertarung Anda akan diuji sebentar lagi. Ikuti saya ke belakang.”
>>Arena Latihan Guild — 10 menit kemudian<<
Arena guild berupa halaman berbatu dengan pagar kayu, cukup luas untuk duel.
Seorang pria instruktur berotot, membawa pedang tumpul, menunggu di tengah.
“Anak baru? Kau harus menunjukkan dasar pertarungan. Tidak perlu menang. Bertahan 30 detik sudah cukup.”
Kusma menarik napas.
Oke, fokus. Gue punya Short Iron Sword (N). ATK gue 15, lumayan. Dash Step Lv.1 cooldownnya 6 detik. Jangan malu-maluin. Kalo gagal nanti ditertawain satu guild.
Instruktur mengacungkan pedang.
“Mulai!”
Pria itu maju dengan langkah mantap, pedangnya menyilang ke arah Kusma.
Kusma mengangkat pedangnya—retakan kecil terdengar karena kualitasnya jelek.
Gile, kenceng amat! ?
Instruktur mendorong lagi. Kusma terpaksa mundur.
Serangan kedua lebih cepat.
Seketika…
────────────────────────
[Passive Triggered: Survival Instinct Lv.1]
→ Kecepatan reaksi +20%
────────────────────────
Wah aktif! Oke bro… sekarang terasa sedikit slow-mo.
Instruktur menusuk lurus.
Kusma menghindar tipis ke kanan—gerakannya halus dan refleksif.
Beberapa petualang yang menonton bersuit.
“Heh? Bocah itu lumayan gesit.”
“Padahal batunya nggak bereaksi tadi.”
“Mungkin dia tipe agility?”
Instruktur mengukir senyum kecil. “Menarik.”
Ia menyerang lagi, lebih kuat.
Kusma menunggu timing…
“Dash Step!”
BRUK!
Tubuhnya melesat rendah ke samping seperti bayangan, meninggalkan bekas gesekan di tanah.
Instruktur terkejut sepersekian detik—cukup untuk Kusma menyodok pedang tumpul ke arah siku pria itu.
TOK.
Instruktur melangkah mundur sambil tertawa kagum.
“Hahaha! Kau punya langkah unik. Itu skill, bukan?”
“Eh… semacamnya.”
Sistemku, bro.
Instruktur menancapkan pedangnya ke tanah.
“Cukup! Kau lulus.”
Kerumunan yang menonton berbisik-bisik.
“Serius? Bocah itu?”
“Padahal batunya bilang nggak punya bakat…”
“Gue salah nilai dia kayaknya…”
Mira mencatat hasilnya.
“Selamat, Kusma. Anda resmi terdaftar sebagai Adventurer Rank F.”
Kusma menghela napas lega.
Yes… berhasil. Gila tadi kalo salah timing bisa kesabet kepalaku. Mati konyol sebelum gacha pertama kan tolol banget.
Namun, saat ia hendak pergi…
BAM!
Pintu guild terbuka keras. Seorang pria berzirah ringan berlari masuk.
“Lapor! Ada laporan serangan Dark Wolf di tepi hutan! Beberapa pelancong terluka!”
Kusma membeku.
…Dark Wolf? Jangan bilang… yang kemarin itu? Yang ngejar gue?
Mira menatap para petualang.
“Kami butuh Rank E dan D untuk medis dan penjagaan! Cepat!”
Semua orang mulai bergerak.
Di tengah keributan itu, Kusma merasakan satu hal:
Kalau itu memang Dark Wolf yang sama… dia ngejar gue sampai kota? Bro… ini masalah besar.
Dan seolah menjawab pikirannya…
────────────────────────
[Urgent Quest Unlocked!]
“Fang That Follows”
→ Sumber ancaman: Dark Wolf dewasa
→ Status: Mengincar Anda
────────────────────────
Kusma menelan ludah.
“Ah… bangke.”