**CHAPTER 20 — Bagian Akhir
“Naik Rank & Seribu Cahaya”**
Senja mulai menyelimuti kota Leafden ketika Kusma kembali ke guild. Kakinya berat, pakaian penuh debu hutan, tapi langkahnya mantap. Pintu guild terbuka dan aroma makanan, obrolan petualang, serta suara gelas beradu menyambutnya.
Mari yang melihatnya langsung berdiri.
“Kusma! Sudah kembali! Bagaimana—”
Ia mengangkat tiga lembar laporan quest.
“Clear semua.”
Mari terlihat lega, Sera yang sedang mengatur dokumen menengok dengan wajah cemas—yang langsung mereda saat melihat Kusma tanpa luka.
Mari mulai memeriksa barang bukti dan laporan.
“Slime hijau… lengkap. Grey Wolf… oke. Goblin camp kecil… ini lebih cepat dari prediksi…”
Ia menatap Kusma heran.
“Sepertinya kamu mulai terbiasa, ya?”
Kusma mengangkat bahu.
“Ya… lumayan.”
Setelah para staff cek silang, Mari mengetuk meja kecil di depannya.
“Baik, Kusma. Berdasarkan prestasi dan kecepatanmu…
Mulai hari ini kamu resmi naik ke Rank E.”
DING—!
Suara UI menyelinap masuk ke telinga Kusma, meski tak ada orang lain yang mendengarnya.
Ia hanya tersenyum kecil.
Mari menyerahkan badge perunggu kecil dengan ukiran daun.
“Selamat. Rank E artinya kamu bisa mengambil quest yang sedikit lebih berat, tapi rewardnya jauh lebih besar.”
“Terima kasih.”
Saat ia berbalik hendak pergi, sistem tiba-tiba membanting notifikasi tepat di tengah pandangannya.
────────────────────────
【RANK UP REWARD — EXCLUSIVE SYSTEM】
Selamat! Kau naik ke Rank E.
Hadiah: +1000 Spirit Mon
────────────────────────
Kusma terhenti.
“…Seribu!?” ia dalam hati hampir menjerit.
Mari mengerutkan kening.
“Ada apa? Kamu terlihat terkejut.”
“Ah, enggak. Cuma… kaget aja. Hari panjang.”
Ia menelan ludah, mencoba tidak senyum-senyum sendiri.
Seribu Spirit Mon… ini langsung bikin dua ten-pull.
UI benar-benar lagi baik hati atau ini jebakan?
Ia tak peduli. Yang penting gacha.
Penginapan sudah menyalakan lampu-lampu kristal kecil, membuat lorongnya terlihat hangat. Aroma sup sayuran dan daging memenuhi udara.
Kusma duduk, memesan makan malam simpel:
• sup hangat
• roti panggang
• ayam bakar bumbu herbal
Saat makan, ia nyaris tak fokus pada rasa. Kepalanya penuh angka Spirit Mon.
935… plus seribu… berarti total sekarang…
Tangan Kusma sedikit bergetar.
Ia menyelesaikan makan dengan cepat lalu naik ke kamar.
>
Begitu pintu tertutup, ia langsung menjatuhkan diri ke ranjang.
“Fuhh… Oke. Saatnya lihat.”
Ia membuka status window.
CHING—!
Cahaya keperakan memenuhi ruangan beberapa detik sebelum meredup. UI-nya terlihat lebih rapi, lebih elegan, seolah sistem mulai menyesuaikan dengan penggunaan Kusma.
【STATUS — KUSMA】
Level: 23
Class: Spirit Caller (Hidden)
Rank Adventurer: E
Spirit Mon: 1935
ATK / DEF / MP: stabil naik sedikit dari latihan hari ini
Skill aktif:
• Lightning Step
• Dash Step
• Counter Instinct
• Spirit Sense
Kusma menatap angka Spirit Mon-nya.
“…Seribu sembilan ratus tiga puluh lima.”
Ia tertawa kecil.
“Ini—ini gila. Aku cuma sehari grind, terus naik rank… langsung modal gede kayak pro player.”
Ia memegang kepalanya, antara pusing dan bahagia.
“Event Aria cuma 10 hari… Dengan jumlah segini, aku bisa gacha banyak.
Tapi… apa aku harus ten pull sekarang?”
“…Oh jadi rekomendasi, ya?
Yaelah… gua bener-bener lagi dipancing supaya grind lebih keras.”
Namun, sudut bibirnya terangkat.
“Tapi… ini bikin gua merasa hidup.”
Ia memejam mata sejenak, menghela napas panjang.
Ia meremas selimut.
“…Kalau gua mau bertahan di dunia ini,
gua harus menang bukan sebagai petualang…
tapi sebagai gacha player.”
Ia bangkit, menatap UI yang perlahan memudar.
“Besok… deep forest.”
“Besok… kita farming besar-besaran.”
Cahaya jendela menyinari wajahnya.
Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia itu…
Kusma merasa optimistis.