CHAPTER 26 — LATIHAN PERTARUNGAN PERTAMA
Pagi itu, sinar matahari menyusup lembut melalui celah-celah daun di Elderwood Forest. Kusma menatap Aria, yang berdiri di sampingnya dengan staff UUR-nya menyala lembut, siap.
“Siap, Aria?” tanya Kusma, menyesuaikan posisi Short Iron Sword di tangan.
“Siap, Master!” Aria menegakkan tubuhnya, tapi matanya tetap lembut, penuh semangat.
Mereka mulai bergerak ke area latihan—sebuah lapangan kecil dengan monster level rendah berkeliaran. Sebuah Slime biru menggelinding mendekat.
“Okay, latihan pertama: koordinasi basic,” Kusma berbisik sambil melompat ke depan dengan Dash Step Lv.4. Slime mencoba menyerangnya.
Aria segera bereaksi. “Astral Tether!” Buff menyebar ke Kusma, meningkatkan ATK dan AGI. Sekaligus, Lunar Mend secara otomatis siap di slot cepat.
Kusma menyerang Slime dengan pedang. Setiap ayunan terasa ringan karena buff Aria. Slime terpental, tapi tidak mati.
“Bagus, Aria! Timing-mu pas banget,” Kusma bertepuk tangan pelan.
Aria tersenyum malu, pipinya memerah. “Master… aku… aku ingin selalu berada di dekat Master supaya bisa bantu.”
Kusma menahan senyum, tapi tetap fokus. “Oke, latihan selanjutnya: crowd control.”
Tiba-tiba, tiga Slime biru lain muncul. Aria menatap mereka, lalu mengangkat staff-nya.
“Starfall Dust!” Debuff area mengenai ketiga Slime. Mereka bergerak lambat, hampir terpaku di tempat.
“Perfect! Sekarang aku masuk untuk serangan multi-hit,” Kusma berlari sambil memutar pedang, memanfaatkan AGI boost dari Astral Tether.
Slime pertama hancur, kedua terseret ke arah ketiga, dan Kusma dengan mudah menuntaskannya. Aria menambahkan Moonlight Barrier tepat saat satu Slime mencoba menyerang balik—perisai magis muncul, menahan serangan.
“Aria… kamu benar-benar support dewa!” Kusma memuji sambil mengatur napas.
Aria menunduk sedikit, tapi matanya bersinar. “Master… kalau itu membuat Master aman… Aria senang.”
Kusma mengangguk. “Baik, latihan terakhir: heal under pressure.”
Dari balik semak, Slime besar muncul, ATK-nya cukup untuk mengurangi hampir setengah HP Kusma jika kena. Kusma maju, tapi Aria langsung bereaksi.
“Lunar Mend!” Gelombang penyembuhan besar memulihkan HP Kusma. Sekaligus Astral Tether memberi regen ekstra setiap detik dan buff kecil untuk ATK & AGI.
Kusma tersenyum lebar. “Mantap, Aria. Ini latihan terbaik kita sejauh ini. Chemistry kita sudah mulai nyambung.”
Aria tersenyum malu, menunduk sebentar, lalu menatap Kusma. “Master… Aria ingin terus belajar dan membantu Master. Tidak hanya untuk pertarungan, tapi… selalu ada di sisi Master.”
Kusma menatap matanya, sedikit tersipu, tapi tetap fokus pada strategi mereka. “Bagus. Kalau kita terus latihan seperti ini, kombinasi kita akan jadi sangat kuat. Party kita tidak akan terkalahkan.”
Dan di tengah hutan kecil itu, dua partner—satu petarung, satu support dewa—mulai membangun sinergi sempurna. Mereka bukan hanya saling menjaga, tapi saling memahami cara bergerak, timing skill, dan… chemistry yang lebih dari sekadar angka di Window Status.