CHAPTER 30 — HASIL UJIAN DAN KENAIKAN RANK
Update

CHAPTER 30 — HASIL UJIAN DAN KENAIKAN RANK

CHAPTER 30 — HASIL UJIAN DAN KENAIKAN RANK

Suasana setelah pertarungan masih dipenuhi aroma tanah basah dan serpihan cahaya yang belum sepenuhnya memudar. Angin kembali berhembus pelan, seolah hutan pun lega bahwa amukan Blackhorn Boar telah berakhir.

Kusma menghela napas panjang sambil menancapkan pedangnya ke tanah.

Aria bergegas mendekat, membungkukkan badan sedikit untuk memastikan keadaan Kusma. “Master… benar-benar tidak apa-apa?”

Kusma tersenyum kecil. “Aku baik. Kamu yang luar biasa, Aria. Barriermu… bahkan Rank B tidak menembusnya.”

Pipi Aria memerah halus. “Itu… hanya karena Master Hebat .”

Raik yang sejak tadi berdiri terdiam akhirnya mendekat, napasnya belum sepenuhnya stabil. Ia menyeka dahi dengan punggung tangan.

“Aku… aku nggak tahu harus komentar apa…” katanya dengan nada penuh shock.
“Aku pernah melihat Rank C dan B dipakai dalam latihan, tapi… cara kalian menghadapinya bukan cara pemula.”

Kusma dan Aria saling menatap. Mereka memang tahu bahwa pertarungan tadi bukan pertarungan biasa. Tapi mereka membiarkan Raik bicara.

Raik menatap keduanya dengan tatapan bingung yang bercampur kagum.

“Aku berjanji… akan kulaporkan semua ini sejujurnya. Bukan cuma hasil ujian. Tapi kemampuan kalian yang… jelas-jelas tidak normal untuk Rank E dan F.”

Aria menunduk kecil. Kusma hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa.

Raik memberi isyarat.
“Mari kembali ke guild. Aku rasa… laporan hari ini akan mengubah banyak hal.”


— Kembali ke Guild —

Guild Leafden sedang ramai seperti biasa ketika ketiganya masuk ke lobi. Namun begitu mereka melintasi pintu, beberapa petualang menoleh. Baju Kusma penuh debu, Aria sedikit lusuh dengan retakan halus di stafnya, dan Raik terlihat sangat letih.

“Eh? Mereka cepat banget balik dari ujian Rank D.”
“Mungkin gagal?”
“Nggak tahu, tapi Raik kelihatan serius…”

Bisikan-bisikan mulai terdengar.

Kusma menahan diri agar tidak terpengaruh. Aria mengikuti dengan langkah pendek, wajahnya tenang, tapi matanya sesekali melirik kanan-kiri.

Raik melangkah langsung menuju lantai dua—ke ruangan kepala guild.
Namun sebelum ia membuka pintu, pintu itu terbuka duluan.

Sosok laki-laki paruh baya keluar dengan langkah mantap. Jubah hijau tua dengan simbol daun emas tersemat di dadanya.

Ketua Guild Leafden.
Giles Hartford.

Tatapannya langsung tertuju pada Kusma dan Aria, seolah ia sudah tahu segalanya.

“Selamat datang kembali,” katanya dengan suara tenang.
“Tampaknya ujian kalian berlangsung… lebih intens dari yang dijadwalkan.”

Raik menatapnya dengan dahi berkerut.
“Tuan Ketua… anda tahu ada monster Rank B di hutan ujian?”

Giles hanya tersenyum tipis.

“Ya. Dan hanya sedikit petualang yang cocok untuk menghadapi situasi itu. Aku ingin melihat… apakah Kusma layak naik peringkat.”

Kusma tertegun.
Jadi betul… ada sesuatu yang janggal sejak awal.

Aria memegang ujung jubahnya erat, menahan kecemasan.

Giles menatap keduanya dengan cara yang berbeda—mata seorang petualang veteran yang sedang menilai potensi langka.

Raik menyerahkan laporan tertulisnya.
Ketua guild membaca cepat, wajahnya tidak berubah, meski alisnya terangkat tipis beberapa kali.

Setelah selesai, ia menutup map itu dan menatap Kusma langsung.

“Kusma.”
Suara Giles dalam dan mantap.

“Dengan ini guild Leafden menyatakan bahwa—”

Guild mendadak hening. Beberapa petualang menoleh ingin tahu.

Giles melanjutkan:

“Kau resmi naik Rank menjadi Rank C.”

Tepuk tangan kecil muncul dari lantai bawah. Resepsionis Mari menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut dan bangga.

“Rank C…?!”
“Nggak main-main!”
“Dia baru beberapa minggu jadi petualang kan? Gila!”

Aria menatap Kusma dengan mata berbinar.

“Master… selamat…”

Kusma hanya bisa tersenyum kecil, tidak menyangka hasilnya secepat ini.

Namun Giles belum selesai.

Ia beralih menatap Aria.

“Dan kau, Aria.”

Aria tersentak sedikit.
“Y-ya… tuan?”

“Meski baru terdaftar sebagai Rank F… kontribusimu dalam pertarungan hari ini jelas menunjukkan kemampuan yang jauh di atas apa pun yang kami prediksi.”

Giles menilai Aria dari ujung kaki hingga kepala, tetapi bukan dengan tatapan mencurigakan—tatapan pengakuan.

“Barriermu menahan serangan penuh Blackhorn Boar Rank B. Itu bukan hal sepele.”

Aria menunduk sedikit, pipinya memerah.

Maka Giles mengumumkan:

“Aria, kau juga dinaikkan menjadi Rank C.”

Suasana guild pecah menjadi suara kagum dan tepuk tangan.
Duo Rank E–F yang baru saja terdaftar…

Naik menjadi duo Rank C setelah ujian pertama.

Mari berlari kecil mendekati mereka, matanya berkaca-kaca.

“K-kalian… luar biasa! Performa terbaik dari pemula dalam beberapa tahun terakhir!”

Raik mengembuskan napas panjang.
“Ya… aku nggak bisa bantah keputusan ketua.”

Giles mendekat satu langkah, menatap Kusma lebih dalam.

“Namun… ingatlah satu hal.”

Suasana langsung berubah sedikit berat.

“Rank C adalah titik di mana dunia petualang sesungguhnya dimulai. Mulai dari sini, ancaman tidak lagi sederhana.”

Ia menatap Aria.

“Dan partnermu… meski terlihat lembut dan sopan, jelas memiliki potensi luar biasa.”

Aria menunduk sopan tanpa tahu bahwa Giles sebenarnya menilai jauh lebih dalam.

Giles melanjutkan:

“Bersiaplah. Mulai besok, kalian akan menerima penugasan Rank C yang sebenarnya.”

Kusma dan Aria mengangguk bersamaan.

“Baik.”

Giles memberikan senyum kecil.

“Selamat datang… di dunia petualang tingkat menengah.”