CHAPTER 4 – Goa yang Tidak Sepi
Udara dingin menyelimuti goa itu. Kusma mencoba melihat lebih kedalam,Semakin Kusma melangkah ke dalam, semakin ia menyadari… tempat ini bukan goa biasa. Bau lembap bercampur dengan aroma logam dan sesuatu yang menusuk hidung.
“Ada yang mati di sini…?” gumamnya lirih.
Langkahnya pelan. Rantingnya sudah patah, dan sekarang ia hanya mengandalkan insting serta passive barunya.
Di kedalaman goa, bayangan mulai membesar. Kusma berhenti.
Napasnya tercekat.
Di lantai batu…
Tergeletak dua mayat prajurit.
Armor mereka sobek, ada bekas goresan panjang seperti cakaran. Tanah di sekitarnya mengering kemerahan. Mereka tampak seperti party pemula yang gagal melewati tutorial dungeon.
“…Astaga. Asli gw baru level 2, udah ngeliat beginian.”
Tapi matanya menangkap sesuatu.
Di tangan salah satu prajurit, sebuah pedang pendek masih tergenggam setengah.
Kusma menelan ludah.
“Maaf ya bang… demi hidup gw dulu.”
Ia jongkok, perlahan menarik pedang itu. Beratnya pas, tidak terlalu panjang, dan masih tajam meski kotor darah.
────────────────────────
[ITEM ACQUIRED: Short Iron Sword (Normal)]
ATK +8
Durability: 63%
────────────────────────
Kusma menghela napas lega.
“Wih… lumayan! Damage gw naik drastis bro!”
Ia membuka status bar-nya.
────────────────────────
NAMA : KUSMA
Role : ???
Level : 2
HP : 170
MP : 25
ATK : 7 (+8) → 15
DEF : 5
Equip : Short Iron Sword (N)
Item : Slime Gel x1
Batu Summon : 0
Partner : 0
Passive: [Survival Instinct Lv.1]
────────────────────────
“Ya minimal sekarang nggak mati cuma gara-gara kelinci bersenjata tanduk.”
Namun saat ia hendak memeriksa mayat kedua prajurit itu…
Telinganya menangkap suara gesekan dari dalam goa.
Grrrhhhh…
Kusma langsung diam.
Suara itu berat… rendah… dan sangat tidak cocok dengan ukuran goa sekecil ini.
Ia memutar tubuh perlahan, menajamkan mata ke arah kegelapan.
Dua titik merah menyala muncul.
Bergerak.
Keluar dari kegelapan…
Seekor monster berbulu hitam kecil, berkaki empat, dengan taring tajam dan mata merah darah.
Dark Wolf Pup – Level 3
Ukuran tubuhnya hanya sebesar anjing kecil—tapi taringnya… taringnya panjang dan lancip seperti belati.
Status bar musuh muncul otomatis.
────────────────────────
[Dark Wolf Pup – Lv. 3]
HP : 85/85
ATK : 14
DEF : 6
Aggro: HIGH
────────────────────────
Kusma kaku.
“…HP 85? ATK 14?! Bro ini bukan mini boss kan!?”
Dark Wolf Pup merendahkan tubuh, bersiap menyerang.
Pedang di tangan Kusma bergetar sedikit, tapi ia memaksa tubuhnya tegak.
“Oke… gw punya passive… gw punya pedang… gw nggak selemah tadi siang!”
Wolf Pup melompat ke arahnya—cepat banget.
Namun tepat sebelum gigi monster itu mencapai lehernya, dunia seakan bergerak pelan.
Passive aktif.
────────────────────────
[Passive Active!]
→ Survival Instinct Lv.1
Reaksi meningkat 20%
────────────────────────
“Ayo!”
Kusma bergeser ke samping dan mengayun pedangnya secara refleks.
SLASH!
Bilahan besi tipis itu mengenai sisi tubuh Wolf Pup.
Crit kecil!
────────────────────────
DMG: 19!
────────────────────────
Dark Wolf Pup terseret sedikit ke belakang, menggeram marah.
HP musuh kini:
────────────────────────
[Dark Wolf Pup – Lv. 3]
HP : 66/85
────────────────────────
“Kena juga lu!”
Wolf Pup bangkit cepat, matanya memerah, dan kali ini menyerang dua kali lebih agresif.
BRUK!
Cakar kecilnya menggores lengan Kusma.
────────────────────────
Kusma menerima 11 DMG
HP: 170 → 159
────────────────────────
“Aduh! Sakit bener anjir!”
Monster itu menyerang lagi—lebih cepat.
Namun Kusma mengangkat pedang dan menepisnya.
CLANG!
Kedua tubuh terpental sedikit.
Hembusan napas Kusma terengah, tapi ia masih berdiri… dan kini lebih fokus.
“Lu mau ngelawan? Sini!”
Ia menunggu momentum.
Saat Wolf Pup kembali melompat lurus ke depan—
Kusma menusuk lurus ke arah dada monster itu.
STAB!
────────────────────────
DMG: 27! (Weak Point Hit)
────────────────────────
Wolf Pup terpelanting ke dinding goa, mengerang.
HP-nya kini:
────────────────────────
[Dark Wolf Pup – Lv. 3]
HP : 39/85
────────────────────────
Kusma menahan pedang dengan dua tangan.
“Ini… terakhir!”
Ia berlari maju, mengayunkan pedang dari samping—
SLASH—
Namun Wolf Pup tiba-tiba melompat menghindar, menyerang balik dari arah lain.
“Hah!?”
TARAAKK!
Cakarnya mengenai pundak Kusma.
────────────────────────
DMG: 13
HP: 159 → 146
────────────────────────
“Gawat!”
Wolf Pup memutar tubuh, menyiapkan serangan terakhir.
Tapi Kusma memaksa dirinya tidak mundur.
“Kalau gw kabur, gw mati. Tapi kalau gw maju—”
Ia mengangkat pedang dan menunggu.
Wolf Pup melesat.
Pada detik terakhir—
Kusma menggeser tubuh sedikit dan menebas leher monster kecil itu.
SWISH!
DUGH!
Dark Wolf Pup jatuh tanpa suara.
Beberapa detik sunyi.
Kemudian notifikasi muncul.
────────────────────────
[Monster Defeated!]
EXP +18
Item Drop:
→ Dark Wolf Fang x1
→ Beast Hide x1
Level Up!
Lv. 2 → Lv. 3
Stat Points +3
HP +20 | ATK +2 | DEF +1
────────────────────────
Kusma terengah… lalu tertawa pelan.
“Hah… HAHAHA! Gila… gw menang!”
Ia tersandar pada dinding goa, menatap pedang murah yang kini penuh darah.
Pedang itu mungkin cuma senjata Normal—tapi bagi Kusma, itu penyelamat nyawa.
Ia kembali membuka status bar.
────────────────────────
NAMA : KUSMA
Role : ??? (Point Status/skil 6 )
Level : 3
HP : 146/190
MP : 25
ATK : 15 → 17
DEF : 5 → 6
Equip : Short Iron Sword (N)
Item :
-
Slime Gel x1
-
Dark Wolf Fang x1
-
Beast Hide x1
Batu Summon : 0
Partner : 0
────────────────────────
Kusma menatap dalam goa, lalu melihat lebih dalam…
Di belakang tempat kematian para prajurit itu, ia melihat sesuatu berkilau samar.
Kotak kecil kayu.
Chest.
“Treasure box…? Gila, goa ini dungeon tutorial!”
Ia menarik napas tajam.
“Besok pagi gw buka… sekarang kalau gw buka dan muncul monster lain, gw tamat.”
Kusma duduk bersandar, memeluk pedangnya erat.
Suara angin dari luar goa melemah.
Malam terasa sangat panjang.
Namun satu hal jelas:
Dunia World Alteir bukan dunia game.
Ini dunia yang BENAR-BENAR bisa membunuhmu.