CHAPTER 5 – Treasure Box Pertama & Kejutan yang Tidak Diinginkan (revisi)

CHAPTER 5 – Treasure Box Pertama & Kejutan yang Tidak Diinginkan

Goa itu gelap. Hanya suara napas Kusma yang terdengar, naik-turun, masih terasa panas dari pertarungan barusan. Namun setelah beberapa menit, tubuhnya mulai tenang.

Di ujung goa…
Kotak kayu kecil itu masih memantulkan cahaya samar.

Bentuknya sederhana, tapi ada ukiran seperti sigil kuno di bagian penutupnya. Di Dunia World Alteir , chest seperti itu biasanya muncul di dungeon pemula—tapi terkadang juga berisi trap.

Kusma berdiri perlahan, tubuhnya masih pegal, tapi pedang besinya sudah siap di tangan.

“Oke… kalau ini mimic, gw balik jadi arwah.”

Ia mendekat.
Satu langkah… dua langkah… sampai kotak itu tepat di hadapannya.

Tangannya gemetar sedikit saat menyentuh tutupnya.
“Bismillah…”

CLICK.

Kotaknya terbuka.

Di dalamnya, terdapat:

  • Sebuah skill book kecil dengan sampul biru

  • Kantung kecil yang berisi 5 benda berkilauan

Kusma langsung terbelalak.

“Sumpah… ini awal yang bagus banget!”

Ia langsung memeriksa notifikasi yang muncul.

────────────────────────
[ITEM ACQUIRED]
→ Skill Book (Basic) – Dash Step Lv.1
Spirit Mon Stone x5
────────────────────────

Kusma mematung beberapa detik… lalu berteriak kecil semampu mungkin tanpa menggema terlalu keras:

“YES! SPIRIT MON! Akhirnya gw punya modal buat gacha pertama gw nanti!”

Wajahnya sumringah. Ini seperti dapat THR di hari yang paling tidak diharapkan.

Namun senyum itu segera pudar ketika ia melihat sesuatu yang aneh pada dinding belakang chest.

Ada bekas cakaran.
Panjang. Dalam.
Jauh lebih besar dari cakar Dark Wolf Pup.

“…Ini monster level berapa yang bikin ini?”

Dadanya mengencang.
Ia menelan ludah.

Gemetar, ia memasukkan skill book dan batu Spirit Mon ke dalam inventori (yang akhirnya bisa aktif setelah ia menaikkan level).

────────────────────────
Inventory Updated

  • Slime Gel x1

  • Dark Wolf Fang x1

  • Beast Hide x1

  • Skill Book: Dash Step Lv.1

  • Spirit Mon x5
    ────────────────────────

Kusma menatap skill book itu.

Dash Step adalah skill movement—di game, skill ini bisa menyelamatkan nyawa dan membuat player bisa menghindari serangan cepat.

“Pake sekarang… apa nanti?”

Jika ia gunakan sekarang, ia mungkin dapat keuntungan besar.
Tapi jika ini mengundang monster…
Ia bisa mati.

Ia duduk bersandar, mempertimbangkan.

Namun sebelum ia membuat keputusan, telinganya menangkap suara…

…Drrrghhhhhhh…

Dari kedalaman goa.
Lebih dalam dari tempat ia mengambil chest.
Lebih jauh.
Lebih besar.

Kusma membeku.
“Ah sial…”

Ia mematikan suara napasnya.

Dari kegelapan…
sepasang mata kuning muncul.

Makin besar dari Wolf Pup.
Terlalu besar.
Jauh terlalu besar.

Status bar musuh muncul perlahan.
Warna merah gelap.

────────────────────────
[Dark Wolf – Adult Variant – Lv. 8]
HP : 310/310
ATK : 32
DEF : 15
Aggro : CRITICAL
────────────────────────

Kusma hampir berhenti bernapas.

“Bangke… gw gak bisa ngalahin itu. Satu pukulan mati gw.”

Dark Wolf dewasa itu mendekat selangkah demi selangkah, giginya mengeluarkan suara krkk krkk seperti baja digesek.

Kusma perlahan mundur.
Pelan… sangat pelan…

Namun batu kecil di bawah kakinya bergeser.

CRACK.

Mata Dark Wolf itu langsung menatapnya.

Kusma membeku.

“Gw mati.”

Monster itu bersiap menerjang.

Dalam sepersekian detik, Kusma tidak punya waktu untuk berpikir panjang.

Ia membuka inventori hanya dengan insting—dan menekan skill book.

TAP.

Cahaya biru menyelimuti tubuhnya.

────────────────────────
[Skill Learned!]
→ Dash Step Lv.1
Cooltime: 6 detik
Efek: Melakukan dash cepat sejauh 2 meter.
────────────────────────

"AKU HIDUP ATAU MATI, LET’S GO!"

Dark Wolf menerkam.

Kusma berteriak—

“DASH STEP!!!”

Tubuhnya melesat ke samping secepat kilat.

CROOOOGGHH!!

Cakar Dark Wolf menghajar dinding tempat Kusma berdiri barusan—membuat batu terbelah.

“GILE INI MONSTER PUNYA STRENGTH GYM GOD!”

Kusma berlari secepat mungkin menuju pintu goa.
Monster itu meraung dan mengejarnya—

Langkahnya cepat.
Terlalu cepat untuk dikejar manusia biasa.

Tapi Kusma bukan lagi manusia biasa:

Cooltime selesai.
6 detik sudah berlalu.

Ia melirik ke panel skill.

“…Ayo… lagi!”

Dash Step!!!

Tubuhnya melesat keluar goa tepat sebelum Dark Wolf menerkamnya.

Monster itu berhenti di pintu goa, menggeram marah, tapi tidak bisa keluar—entah karena batas wilayah dungeon atau cahaya malam yang ia hindari.

Kusma jatuh tersungkur ke rumput luar goa.

Napasnya kacau.
Jantungnya memukul rusuk seakan mau pecah.

Tapi ia masih hidup.

“…GW… MASIH HIDUP…?!”

Kusma tertawa kecil, lalu tertawa keras.
Bahunya bergetar antara ketakutan dan rasa lega yang luar biasa.

Ia melihat langit malam.
Kosong.
Damai.

“Skill pertama… chest pertama… dan monster hampir bunuh gw pertama… Ini dunia gacha beneran.”

Ia duduk sambil memegang 5 batu Spirit Mon di inventori.

Senyumnya melebar.

“Nanti kalau gw punya 1000 batu…
Gw akan lakukan gacha 10x pertama gw.”

Malam itu, Kusma sadar:

Dungeon dunia ini tidak peduli levelmu.
Kalau lemah… mati.

Tapi dia juga sadar sesuatu yang lebih penting:

Dia mulai bertahan.
Perlahan… tapi pasti.



Chaper List: