Chapter28
Update

Chapter28



CHAPTER 28 — PERSIAPAN MENUJU UJIAN RANK D

Pagi di guild Leafden selalu ramai. Deretan petualang datang dan pergi, sementara suara logam dan langkah kaki memenuhi ruangan. Kusma berdiri di depan papan quest sambil memegang kartu guildnya yang masih bertuliskan Rank E. Target hari ini sudah jelas:

Naik Rank D.

“Jadi… ini dia tahap selanjutnya.” gumam Kusma, menarik napas dalam.

Aria berdiri di sampingnya, memegang ujung jubahnya, tampak rapi seperti biasa. Walau terdaftar sebagai Rank F partner, aura tenang dan MP besar miliknya membuat beberapa adventurer melirik penasaran.

“Master… apakah kita akan menjalani ujian hari ini?” tanya Aria lembut, matanya berbinar.

Kusma mengangguk. “Iya. Mereka bilang aku sudah cukup untuk ikut trial. Kamu juga harus ikut sebagai partner terdaftar.”

Aria tersenyum kecil. “Aku akan membantu sebisa mungkin. Tolong arahkan aku nanti.”

“Tenang, aku sudah hafal cara kerjamu,” Kusma tersenyum balik.

Menuju Meja Resepsionis

Resepsionis Mari melambaikan tangan saat melihat keduanya mendekat.

“Kusma! Aria! Selamat pagi!” serunya.
Hari itu dia terlihat lebih bersemangat dari biasanya.

“Kami datang untuk mendaftar ujian Rank D,” ujar Kusma.

Mari mengangguk sambil mengetik sesuatu di crystal panel. “Data kemampuanmu selama seminggu terakhir sudah diperiksa. Kamu memenuhi syarat.”

Aria mencondongkan kepala, penasaran. “Apa yang akan kami hadapi nanti?”

Mari tersenyum ramah. “Ujian Rank D punya dua bagian:

  1. Tes simulasi di Training Room, dan
  2. Quest penguji: mengalahkan monster Rank D sungguhan.”

Kusma mengangguk. “Monster Rank D… sepertinya kami siap.”

Namun sebelum meninggalkan meja, Mari menambahkan dengan suara lebih rendah:

“Dan… ada yang menunggu kalian.”

Kusma dan Aria menoleh bersamaan.

Di dekat dinding, bersandar santai, seorang pria muda berambut coklat pendek tersenyum sinis. Badge guild di dadanya jelas menampilkan:

RANK D — RAIK.

“Yo, jadi kamu yang namanya Kusma?”
Dia berjalan mendekat, langkahnya percaya diri. “Kudengar kamu cepat naik rank? Heh, mau lihat apakah rumor itu benar.”

Kusma mengernyit. “Kalau mau lihat, lihat saja nanti.”

Raik tertawa pendek. “Santai. Aku cuma ingin tahu… partner barumu itu sehebat yang orang bilang?”

Mata Raik menatap Aria dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Aria sedikit mundur, tapi tetap sopan.

Kusma maju setengah langkah, melindunginya. “Jangan macam-macam.”

Raik mengangkat bahu. “Relaks. Aku hanya penguji tambahan untuk tesmu. Aku akan mengamati kalian.”

Kusma dan Aria saling bertatapan.

“Jadi ada rival juga, ya…” bisik Kusma dalam hati.

Menuju Training Room

Guild membuka pintu besar menuju ruangan batu luas dengan rune bercahaya di lantai.

guild Leafden memiliki banyak ruangan latihan, tetapi Training Hall No. 2 adalah yang paling terkenal: ruangan berbentuk kubah setinggi delapan meter, dengan dinding batu yang diperkuat rune, dan lantai lempengan obsidian yang memantulkan cahaya biru.

Saat Kusma dan Aria melangkah masuk, udara dingin di dalam ruangan menyambut mereka.
Rune-rune perlahan menyala dan membentuk lingkaran cahaya ungu pucat.

Di ujung ruangan, Raik—petualang Rank D yang menjadi penguji tambahan—bersandar pada pagar besi, melipat tangan sambil menyeringai.

“Coba buat aku terkesan,” katanya dengan nada meremehkan.

Kusma tidak menjawab. Fokusnya tertuju pada lingkaran rune yang mulai berputar.

Aria berdiri dekat kusma, mengatur stafnya dengan kedua tangan, wajahnya seperti tenang namun mata berbinar-binar penuh kesiapan.


— Aktivasi Simulasi —

Suara dalam kepala Kusma terdengar jernih, familiar, seperti notifikasi sistem.

[TRAINING SIMULATION — STAGE 1]
[SUMMONING MONSTER: DUMMY WOLF (RANK D)]

Rune di lantai menyala lebih terang, lalu bentuk menyerupai bayangan seekor serigala muncul—perlahan membentuk bulu, otot, dan taring yang terlihat sangat nyata.

Seekor Dummy Wolf Rank D berdiri tegak, tubuhnya setinggi dada orang dewasa, mata bercahaya ungu seperti kristal.

Grrrrrr…

Ia menunduk siap menerkam.

Debu tipis bergetar dari setiap langkahnya, meskipun ia hanya simulasi, efeknya begitu realistis.

Aria menelan ludah. “Makhluk ini… bahkan tubuhnya mengeluarkan tekanan seperti monster asli.”

Kusma menarik napas, kemudian berkata pelan,
“Aria, kita perlakukan ini seperti pertarungan sungguhan. Fokus pada support.”

“Siap, Master…”

Aria mengangkat stafnya. Ujungnya menyala lembut.

『Astral Tether — Activate』

Cahaya putih-halus membentuk benang sihir yang menghubungkan Aria dan Kusma.
Energi hangat mengalir melalui tubuh Kusma—ototnya terasa lebih ringan, pandangannya lebih tajam.


— Pertempuran Dimulai —

Dummy Wolf melompat dengan kecepatan tiba-tiba, mencakar ke arah wajah Kusma.

Cepat!

Kusma condong ke samping dan meluncur menggunakan teknik:

『Dash Step』

Cakar itu hanya menggores udara.
Serigala itu berbalik, menerjang lagi.

“Aria, barrier kecil!” seru Kusma tanpa menoleh.

“Baik!”

Aria mengayunkan staf.

『Moonlight Veil』 (versi ringan dari Moonlight Barrier)

Cahaya bulan tipis menyelimuti Kusma. Serigala menghantam perisai itu, dentuman terdengar, dan percikan cahaya memercik.

Kusma memanfaatkan momen itu.
Membaca arah momentum serigala… kaki kiri depan sebagai tumpuan… pergerakan bahu condong ke kanan…

“…serangan berikutnya akan dari sisi kiri!”

Prediksi itu tepat.

Serigala menyerang dari kiri dengan gigitan cepat.

Kusma sudah melompat mundur dan mengayunkan pedang ke arah titik lemah di kaki belakang serigala.

Ting!

Simulasi itu mengeluarkan suara logam, bukan daging—tanda tubuhnya terbuat dari energi padat.

Tapi serangan itu cukup membuat monster itu goyah.

Aria melihat peluang.

Ia mengangkat staf tinggi-tinggi.

『Starfall Dust』

Serbuk cahaya turun dari atas seperti hujan bintang, mengenai Dummy Wolf dan memperlambat gerakannya.

“Nice timing, Aria!” seru Kusma.

“Terima kasih, Master!” balasnya, pipinya sedikit memerah oleh pujian itu.


— Pergerakan Berbahaya —

Dummy Wolf meraung keras.
Rune di tubuhnya menyala, tanda ia masuk Phase 2—kecepatan meningkat dua kali lipat.

Brakk!

Monster itu lenyap dari pandangan sekejap.

“Aria! Barrier penuh!”
“—Moonlight Barrier!”

『Moonlight Barrier』

Perisai besar terbentuk di depan Kusma tepat sebelum serigala itu menghantam dengan seluruh kekuatannya.

BOOM!!

Perisai retak… retak… lalu pecah.

Kusma terlempar beberapa langkah, HP turun drastis.

“Master!!”

Aria ingin segera mendekat, tapi Kusma mengangkat tangan.
“Jangan—dia lagi nge-lock aku! Fokus dari jauh!”

Dummy Wolf berputar untuk serangan akhir.
Taringnya mengarah tepat ke leher Kusma.

Saat itu—

Bond Passive — 『Moon-Linked Souls』 Activated

Cahaya biru lembut muncul otomatis di sekitar Kusma, membentuk mini-barrier dan heal kecil.

“Hah… pas banget,” batin Kusma sambil tersenyum tipis.

Aria terkejut. “Bond passive aktif sendiri… Master!”

“Aria, sekarang!”

Aria mengayunkan stafnya dengan gerak anggun.

『Lunar Mend』!!

Cahaya mendesing turun ke tubuh Kusma—HP dan stamina memulih cepat.

“Inilah kesempatan kita!”

Kusma meluncur ke depan.

Serigala menyerang lagi.

Tapi kali ini, Kusma sudah membaca seluruh polanya.

Gerakan bahu → serangan kanan.
Tekanan kaki → arah loncatan.
Putaran ekor → momentum mundur.

Segalanya seperti melambat.

『Weak Point Reading Lv 2 — Active』

Kusma menebas tepat pada titik energi di bawah dada Dummy Wolf.

CRAAASH!!

Tubuh serigala retak seperti kaca, lalu meledak menjadi cahaya.

[SIMULATION STAGE 1 CLEAR]

Aria memeluk stafnya, lega. “Master… anda luar biasa…”

"Aria minta maaf aku mengunakan barrier lvl rendah Lvl rendah Master jadi terluka.... "

Kusma tersenyum sambil duduk bersandar. “Enggak. Kita luar biasa. Aku gpp”

Raik, di sisi ruangan, menatap tanpa berkedip.
Kerut tipis muncul di dahinya.

“…itu tadi… bukan gaya bertarung Rank E.”

Ia berbisik pelan,
“Duo ini… bukan level pemula.”