- Update
Dunia Arnia Bab 8
BAB 8 — Rapat Guild, Strategi Pertahanan, dan Bayangan Komandan Goblin
Balai Guild Farglen mendadak berubah menjadi tempat penuh teriakan dan dentingan senjata.
Para petualang rank D–C berlarian, melapor, mengambil peralatan, atau menulis pesan darurat untuk keluarga masing-masing.
Kusma dan Rinne masuk tepat ketika suara langkah berat terdengar dari lantai atas.
Seorang pria berarmor hitam turun ke aula.
Guild Master Verdan.
Rank-B.
Mantan kapten pasukan kerajaan.
Sorot matanya seperti elang yang siap mencabik apa pun.
“SEMUANYA DIAM!”
Dan ruangan langsung sunyi.
Verdan memandang seluruh petualang, lalu mengumumkan:
“Goblin telah melakukan gerakan abnormal. Ada asap hitam dari hutan barat. Pasukan pengintai kita hilang kontak.”
Suara-suara kecil terdengar dari para petualang.
“Apakah itu… serangan?”
“Goblin? Berani-beraninya…”
Verdan menghentak lantai dengan tombaknya.
“Ini bukan serangan biasa! Ada kemungkinan besar pemimpin mereka telah muncul.”
Rinne menelan ludah.
Kusma mengalihkan pandangan.
Ia tahu siapa yang dimaksud — Goblin Commander, monster Rank-B yang tak mungkin ditangani desa kecil.
Kusma berusaha terlihat tenang.
Ia tidak boleh tahu terlalu banyak.
Ia tidak boleh menunjukkan bahwa dia mengerti lebih dari yang seharusnya.
Verdan melanjutkan:
“Operasi akan dibagi menjadi tiga kelompok!”
Ia mengetuk papan misi besar.
1. Kelompok Penahanan (Frontline)
Rank C – menahan pasukan goblin biasa.
2. Kelompok Raid (Pembantai Cepat)
Rank D–C – menghabisi goblin kecil, mengurangi jumlah musuh.
3. Kelompok Penyelamat Warga
Rank D – membawa warga keluar desa jika pertahanan jebol.
“Pasukan inti untuk kemungkinan pemimpin goblin akan saya pimpin sendiri,” kata Verdan.
“Siapa pun yang merasa mampu, maju dan lapor.”
Suasana kembali riuh.
Tapi Kusma tetap diam.
Ia tidak bisa maju.
Levelnya masih terlalu rendah.
Namun…
Ini adalah kesempatan emas.
Goblin Outpost Boss = 500–700 SPM.
Jika Kusma ikut dalam raid, bahkan bagian pinggir saja, ia bisa mendapatkan banyak SPM.
Ia hanya butuh 300 lagi untuk membuka Slot Partner pertama.
“Aku harus ikut…” Kusma berpikir.
Rinne menoleh tajam kepadanya.
“Jangan bilang kamu mau ikut frontline.”
“Tidak,” Kusma cepat menggeleng.
“Aku ikut Kelompok Raid saja. Lebih aman.”
Rinne menatapnya lama.
“Kamu baru sembuh. Luka tusukanmu belum benar-benar pulih.”
“Tapi aku harus bertarung. Itu… penting untukku.”
Kusma berusaha mencari alasan yang tidak mencurigakan.
“Aku butuh pengalaman. Kalau tidak, aku tidak akan maju sebagai petualang.”
Rinne menghela napas.
“Baiklah. Tapi aku akan ikut denganmu.”
“Hah? Tapi kamu rank C—”
“Kamu pikir aku mau meninggalkanmu di belakang dan kemudian harus mencari mayatmu?”
“…Bukan cara yang bagus untuk bilang kau peduli padaku.”
“Diam.”
Rinne memalingkan wajah sambil mengetuk pedangnya.
📜 Persiapan Besar
Beberapa menit kemudian, para petualang diberi bahan:
– Potion F dan E gratis dari guild
– Dua lembar kain perban
– Bom asap kecil
– Minyak tajam untuk senjata
Kusma memeriksa kantongnya.
“Potion F… ini tidak sekuat potion C tadi.”
Rinne mendengus.
“Tentu saja. Potion C harganya seperti gaji sebulan petualang rank D.”
“Dan kamu membelikannya untukku.”
“Aku sudah bilang, itu investasi. Jangan buat aku rugi.”
Kusma tersenyum tipis.
Rinne memang keras luar, tapi hatinya tidak sekeras itu.
🔥 Sinyal Serangan
Tiba-tiba, lonceng darurat berbunyi di seluruh desa.
GONG!! GONG!! GONG!!
Seorang petualang berteriak dari luar:
“GOBLIN TERDETEKSI DI GERBANG UTARA!!”
“KELAS C! BERSIAP DI FRONTLINE!”
“RAID! KE HUTAN SEKARANG!”
Rinne menarik lengan Kusma.
“Jangan lepas dariku.”
“Baik!”
Mereka berlari mengikuti rombongan Raid menuju hutan.
Kusma menatap langit malam yang gelap pekat.
Di kejauhan, cahaya merah seperti api tampak menyala-nyala.
Dan suara itu…
GGRRRAAAAHHH!!!
Raungan yang tidak seharusnya muncul dari goblin biasa.
Rinne berhenti sejenak.
“Kau dengar itu?”
Kusma mengangguk, jantungnya berdetak keras.
Itu adalah raungan khas.
Goblin Brute… dalam jumlah banyak.
Dan itu berarti—
Komandan Goblin sudah memberi sinyal perang.
Rinne menggenggam pedangnya kuat-kuat.
“Kusma, bersiap. Kita mungkin tidak pulang dengan mudah malam ini.”
Kusma menarik udara dalam-dalam.
Bukan hanya bertahan hidup.
Bukan hanya membantu desa.
Ini adalah langkahnya.
300 SPM lagi.
Dan ia akan memanggil Partner pertamanya…
Tiba-tiba, dari balik pepohonan—
SHAAK!!
Sebuah panah hitam tertancap di pohon tepat di samping kepala Kusma.
Rinne segera menghunus pedang.
“PANAH GOBLIN!! BENTUK BARU!!”
Kusma memejamkan mata sejenak.
“…Ini berbeda dari game.”
Rinne menoleh.
“Apa?”
“Tidak. Hanya… perasaan.”
Kusma meraih pedangnya.
Di dalam hati, ia berkata:
Dunia ini bukan game. Dan musuh-musuh ini… jauh lebih cerdas dari yang kukenal.
Di depan mereka, mata-mata goblin menyala dalam gelap seperti titik hijau kecil.
Puluhan.
Ratusan.
Dan satu siluet besar berdiri di belakang mereka.
Pertempuran besar Farglen… resmi dimulai.