- Update
45
⭐ CHAPTER 47 — MENUJU HUTAN TIMUR: JEJAK MUTASI
Langkah kaki Kusma dan Aria meninggalkan kota Leafden terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena lelah, tetapi karena mereka sadar—
Ini adalah quest terakhir di kota kecil yang menjadi awal perjalanan mereka.
Angin pagi bertiup lembut, menggoyangkan daun-daun yang mulai menguning. Jalan setapak menuju hutan timur masih basah oleh embun.
Aria menyibakkan rambut peraknya yang berkilau di bawah cahaya matahari.
“Master… apa menurut Anda monster mutasi ini berhubungan dengan pergerakan monster yang disebut kepala guild?”
Kusma menatap lurus ke depan.
“Mungkin. Orc Lord kemarin juga agak aneh… terlalu agresif untuk spesiesnya.”
Aria menggenggam stafnya lebih erat.
“Kalau benar itu tanda sesuatu terjadi… dunia ini mungkin tidak aman seperti yang saya kira.”
Kusma menoleh.
“Kalau dunia ini mulai kacau, itu alasan lebih untuk kita berdua jadi makin kuat.”
Aria tersenyum lembut.
“Iya… kita harus tetap bersama.”
Mata Kusma sempat melebar kecil, tapi ia hanya mengangguk pelan.
⭐ Gerbang Timur — Suasana Berat
Beberapa penjaga gerbang berdiri melihat mereka lewat.
Salah satu penjaga, yang terlihat mengenal Kusma, melambaikan tangan.
“Oi, anak pedang es! Hati-hati ya! Katanya hutan timur lagi nggak normal!”
Kusma mengangkat tangan.
“Tenang, nggak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Aria tersenyum kecil pada para penjaga, dan mereka langsung gugup melihat kecantikannya.
“Be—bersikap hati-hati ya, Nona penyihir!”
Aria membalas dengan anggukan lembut.
Kusma mendesah kecil.
“…kamu jago bikin orang gugup.”
Aria memandang Kusma sambil berkedip polos.
“Master? Saya hanya tersenyum.”
“…nah itu masalahnya.”
Aria menutup mulut, tertawa pelan.
⭐ MASUK HUTAN TIMUR — AURA ANEH
Ketika mereka masuk lebih dalam, hutan mulai berubah.
Suara burung tidak ada.
Angin terasa lebih dingin.
Dan… bau amis tipis tercium.
Aria menghentikan langkah, pupilnya mengecil.
“Master… aura di depan sangat kuat. Ini bukan monster Rank C atau B biasa…”
Kusma memegang gagang Frostveil Sabre.
“Sistem.”
— SENSOR AURA AKTIF —
[Jenis: Verdant Howler — Mutasi]
Jumlah: 6 mendekat
Jarak: 120 meter → mendekat cepat
Aria merentangkan tangan, cahaya putih kebiruan muncul mengelilinginya.
“Master… saya siapkan Moonlight Barrier. Bersiaplah.”
Kusma mengangguk.
“Baik. Kita sambut mereka.”
Semak-semak bergoyang keras.
Lalu—
πΊπ¨ “GRRHHHH—!!”
Enam Verdant Howler melompat keluar — bulu hijau kehitaman, mata merah darah, tubuh lebih besar dari serigala hutan normal.
Aria menahan napas.
“Mereka benar-benar termutasi… aura mereka mendekati Rank B.”
Kusma tersenyum kecil.
“Kalau cuma segini, pemanasan.”
Ia menghunus Frostveil.
— Passive: Frostbite Edge aktif —
Udara dingin menyebar dari pedang.
⭐ PERTARUNGAN: PEMANASAN BERSAMA
Satu Howler melompat ke arah Kusma.
Kusma melangkah ke samping.
Dash Step — Aktif
Satu langkah cepat → tubuh musuh melewati sisi tubuhnya.
Kusma menebas.
Glacier Cut — Aktivasi!
WUUUSH!
Gelombang es memanjang menghantam tiga Howler sekaligus.
“AAUWWW—!!”
Mereka jatuh dengan tubuh tertutup lapisan es tipis.
Aria mengangkat staf.
“Astral Tether!”
Cahaya biru keperakan mengalir ke Kusma, memperkuat AGI & ATK.
Kusma langsung merasakan tubuhnya lebih ringan.
“Terima kasih, Aria.”
“Sama-sama, Master!”
Kusma berputar, mengayunkan pedang cepat.
— Cold Flow: Bonus Damage +25% ke musuh Frostbite —
Howler jatuh satu per satu.
Namun—
Aria tiba-tiba terdiam, pupilnya bergetar.
“Master… ada aura besar… sangat besar…! Dari barat!”
Kusma menengok.
“…besar seberapa?”
Aria menelan ludah.
“…sebesar Orc Lord. Atau… lebih.”
Kusma langsung menaikkan pedangnya.
“Kalau begitu, dia bos kawanan.”
Daun-daun berguguran.
Tanah bergetar.
Dari balik pepohonan…
πΊπ₯ VERDANT HOWLER ALPHA — MUTASI TINGKAT TINGGI
Tinggi hampir 3 meter.
Mata hijau bercahaya.
Taring lebih panjang dan tubuh penuh luka lama yang membentuk pola.
Aria bergidik.
“Master… ini tidak normal…!”
Kusma memajukan langkah.
“Justru itu menarik.”
⭐ BATTLE: ALPHA MUNCUL
Sebelum Alpha melompat—
Aria sudah bergumam cepat.
“Moonlight Barrier!”
Cahaya perak membentuk kubah pelindung.
Alpha menghantamnya langsung—
BOOOOM!!
Tanah bergetar keras.
Aria terkejut kecil.
“Barriernya retak… hanya satu serangan…!”
Kusma bergerak segera.
“Snowstep Mirage!”
Ia menghilang, muncul di samping Alpha.
Shing!
Afterimage-nya ikut menyerang.
Alpha meraung keras dan memutar tubuhnya, menyerang Kusma cepat seperti torpedo.
Kusma menangkis dengan Sabre—
KLANG!!
Percikan es terbang ke udara.
Kekuatan Alpha mencengangkan, bahkan untuk monster mutasi.
Aria mengangkat staf lagi.
“Starfall Dust!”
Cahaya bintang jatuh menimpa tubuh Alpha, membuatnya lambat.
“Master! Sekarang!”
Kusma menancapkan pedang ke tanah.
Udara di sekitar mendadak membeku.
❄️π¨ ULTIMATE — FROZEN DOMAIN!
Es menyebar dalam lingkaran besar.
Suara udara membeku terdengar seperti retakan kaca.
Alpha menggeram keras ketika tubuhnya tertahan.
Kusma mengayun pedangnya—
“Seri kedua!”
SLASH — SLASH — SLASH!!
Kecepatan tinggi, serangan dingin, bonus buff Aria.
Alpha terguncang.
Aria bicara cepat:
“Master! Dia masih punya kekuatan tersisa! Saya pakai buff kedua—!”
Namun sebelum ia selesai—
Tanah di belakang mereka pecah.
Aria dan Kusma menoleh.
⚠️ AURA BARU TERDETEKSI
— VARIAN MUTASI: VERDANT TITAN HOWLER
Rank: Mendekati A rendah
Lokasi: 60 meter → mendekat cepat
Aria pucat.
“Master… ada… satu lagi…”
Kusma hanya menggenggam pedang lebih erat.
“…baiklah. Ini baru quest terakhir yang layak.”
Aria mengangkat staf, cahaya bulan menyelimutinya kuat.
“Kalau begitu… mari kita menangkan ini. Bersama.”
Kusma tersenyum miring.
“Sudah jelas.”
Dua musuh jauh lebih kuat maju.
Dua petarung muda Rank B berdiri tanpa gentar.
Quest penutup Leafden—
baru saja dimulai.