46
Update

46

Baik — kita lanjut CHAPTER 48, panjang, sinematis, tegang, dan tetap ada interaksi Kusma × Aria agar hubungan mereka berkembang secara natural.


CHAPTER 48 — DUA MUTASI & LANGIT YANG MEMBEKU

Hutan timur Leafden berubah menjadi arena pertempuran. Angin yang tadinya tenang kini berputar liar, terdorong oleh aura dua monster mutasi yang semakin mendekat.

Aria memegang stafnya lebih erat. Cahaya biru keperakan muncul di ujungnya seperti cahaya bulan yang dipadatkan.
“Master… dua musuh seperti ini… bahkan Rank A bawah pun mungkin akan kesulitan.”

Kusma berdiri di antara Aria dan kedua monster itu, tangan kirinya sedikit terangkat untuk melindunginya.

“Kita akan baik-baik saja. Kau ada di sini, Aria.”

Aria menahan napas—
Wajahnya memerah sedikit, tapi ia memperkuat stance-nya dan mengangguk penuh keyakinan.

“Baik… saya akan melakukan yang terbaik.”


VERDANT HOWLER ALPHA — MELANCARKAN SERANGAN

Alpha yang pertama kali muncul meraung kuat, tubuhnya menggembung, otot-otot hijau gelapnya mengeras.

RRAAAAAAAGH—!!

Aria cepat melirik.
“Master! Dia menggunakan Overdrive Mutation. Gerakannya akan menjadi tak terkendali!”

Alpha menginjak tanah keras.
Dalam sekejap—

—dia melesat.

Kecepatan yang tak sesuai dengan tubuh sebesar itu.

Kusma menarik napas, tubuhnya refleks mencondong ke depan.

Snowstep Mirage!

Tubuhnya hilang, bergeser ke samping. Afterimage-nya menerima serangan frontal Alpha.

BRAAAK!
Pohon besar di belakang meledak pecah, terbelah dua.

Kusma muncul kembali di sisi Aria.

Aria menoleh cepat.
“Master! Are you hurt?”

“Tidak. Itu cuma pemanasan.”

Aria tersenyum kecil karena jawaban itu begitu khas Kusma—santai tapi mematikan.


MUNCULNYA TITAN HOWLER — LANGKAH RAKSASA

Getaran semakin keras.

Dari balik pepohonan…

Seekor makhluk dua kali lebih besar dari Alpha melangkah keluar.
Tubuhnya seperti gabungan serigala dan titan, penuh bercak hijau bercahaya, dan matanya memancarkan aura tekanan yang membuat daun kering runtuh.

VERDANT TITAN HOWLER
— Mutasi berat, mendekati Rank A.

Aria menggigit bibir bawahnya.
“Aura itu… mencekik. Master, saya… sedikit sulit bernapas.”

Kusma langsung menarik Aria ke belakang tubuhnya, menahan tekanan itu untuknya.
“Nafas perlahan. Aku di depanmu.”

Aria menyentuh punggung Kusma untuk menjaga keseimbangan.
“Terima kasih… Master…”

Tekanan Titan Howler semakin kuat, tanah retak.
Namun Kusma tidak bergeming.


STRATEGI CEPAT: ARIA & KUSMA

Aria mengangkat staf.

“Master, saya punya rencana jangka pendek!”

“Lanjut.”

“Saya akan memperkuat Anda dengan buff dua lapis. Tapi… efek sampingnya, MP saya akan terkuras drastis. Saya mungkin hanya bisa memakai satu Moonlight Barrier sampai pertarungan selesai.”

Kusma menatapnya beberapa detik.

“…Aria.”

Aria tersentak. “Iya, Master?”

“…jangan terlalu memaksakan diri lagi.”

Aria menggenggam staf lebih erat.

“Jika saya tidak memaksakan diri… Master bisa terluka.”

“…aku lebih memilih terluka daripada kamu jatuh pingsan lagi.”

Aria memejamkan mata.

Suaranya bergetar sedikit.

“…Master… saya tidak ingin menjadi beban.”

Kusma mencondongkan tubuh sedikit, menatap mata Aria dari dekat.

“Kamu bukan beban. Kamu partnerku. Dan aku butuh kamu tetap berdiri.”

Aria terdiam—
Wajahnya merah…
Dan ia mengangguk.

“…Baik. Kalau begitu… saya tidak akan jatuh. Demi Master.”


BUFF LANJUTAN — “ASTRAL TETHER: FULL LINK”

Aria menancapkan ujung staf ke tanah.

Cahaya bulan mekar seperti bunga.

— Astral Tether: FULL LINK —
ATK +50%
AGI +40%
Regen HP + kecil
Magic Resist +20%

Kusma merasakan tubuhnya jauh lebih ringan dan kuat, napasnya bahkan menjadi stabil tanpa sadar.

“Aria… ini—”

“Versi terkuat dari buff saya. Hanya bisa dipakai satu kali per hari… jadi mari kita menangkan ini.”


PERTARUNGAN DIMULAI

1. Alpha Melompat

Alpha melesat, cakarnya terarah pada Kusma.

Kusma melompat ke depan—
Tubuhnya bergerak seperti angin.

Glacier Cut — Horizontal Slash!

Serangan es memotong tanah dan menghantam dada Alpha.

SHRAAAK!

Alpha tergelincir, tubuhnya membeku sebagian.

2. Titan Howler Menyerang

Titan mengangkat kaki sebesar batang pohon.

Dan menginjak.

BOOOOOM—!!

Tanah bergetar hebat, Aria hampir terjatuh.
Kusma menahan dengan memegang pundaknya.

Aria mengangguk sebagai tanda siap.


Kusma Mengambil Alih: Pedang Es Dalam Kecepatan yang Tak Wajar

Dengan buff Aria, Kusma bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Ia melompat ke batang pohon tumbang—
kemudian ke udara—
dan menukik ke arah Titan.

Snowstep Mirage!

Kusma menghilang—
muncul tepat di depan wajah Titan.

Titan mencoba menampar—

Kusma memotong udara:

“Frozen Domain!”

Es menyebar sangat cepat, bahkan melapisi bulu Titan dan menghambat gerakannya.

Titan mengaum, suaranya memantul di seluruh hutan.

Kusma menebas—

SLASH!
SLASH!
SLASH!

Aria mendongak dari bawah.

“…Master… kecepatan itu… bukan Rank B…”

Ia menatap Kusma dengan tatapan penuh kekaguman—dan sedikit rasa bangga.


SERANGAN BALIK — GABUNGAN ALPHA & TITAN

Namun kedua monster tidak tinggal diam.

Alpha melompat dari samping—
Titan mengayunkan tangan dari depan.

Aria langsung mengangkat staf.

“M-Moonlight Barrier!”

BAAAM!!

Barrier retak parah—

Aria hampir terpental tapi Kusma menangkapnya sebelum ia terlempar.

Aria terengah, wajahnya memucat.

“Maaf… Master… barrier pertama sudah—”

Kusma menggenggam bahunya.

“Tidak apa. Kau sudah memberi yang terbaik.”

Aria menatap Kusma dalam-dalam.
“…Saya percaya Anda bisa menang. Saya di sini… bersama Master…”


MODE SERANGAN FULL — KUSMA

Kusma berdiri kembali.

Es mengalir dari pedangnya, aura dinginnya memenuhi area.

Alpha dan Titan bersiap.

Kusma mengambil posisi menyerang.

“…Ayo.”

Bersama buff Aria.
Dalam Frozen Domain.
Dengan Frostveil Sabre.

Ini murni duel kekuatan.


Klimaks — Tebasan Penentu

Titan menerjang.
Alpha melompat.

Kusma bergerak.

Snowstep Mirage → Glacier Cut → Cold Flow Chain Attack

Gerakannya seperti bayangan.

SLAAAASH!!
Es meledak di sekitar Titan.

SHAAAK!!
Tebasan kedua menghantam Alpha.

CRAAACK!!
Bekuan es pecah—
Titan mulai kehilangan keseimbangan.

Aria mengangkat staf terakhir kali.

Lunar Mend — Overcharge!

Cahaya penyembuhan turun—
bukan untuk menyembuhkan Kusma
tetapi untuk memberi dorongan stamina terakhir.

Kusma menancapkan pedangnya ke tanah.

“FROZEN DOMAIN — BREAKER!!”

Gelombang ledakan es besar menghantam kedua monster sekaligus.

BOOOOOOOOOOM—!!

Semua tertelan cahaya es.


Keheningan Setelah Badai

Kabut dingin menutupi hutan.

Angin berhenti.

Debu mereda.

Dan…

Dua tubuh raksasa itu jatuh bersamaan—

DUAAARR!!

Aria menutup mulutnya, matanya bergetar.

“…Master… kita menang.”

Kusma menurunkan pedangnya dan mengangguk.

“Ya… kita menang.”

Aria berlari kecil—
dan tanpa sadar memeluk Kusma dari samping.

“Master… saya bangga…”

Kusma membeku satu detik—lalu mengelus kepala Aria.

“Aku juga bangga padamu.”

Hutan yang sunyi menjadi saksi—
bahwa duo ini bukan lagi sekadar petualang Rank B.

Mereka sedang tumbuh jauh melampaui itu.


Jika kamu oke dengan ini, kita lanjut CHAPTER 49 — Konskuensi Mutasi, Penemuan Item Langka, dan Kembali ke Leafden.