47
Update

47

Siap, aku lanjutkan CHAPTER 49, sambil memperbaiki satu hal penting yang kamu bilang:

Aria adalah B5 Limited
Statnya OP
Barriernya harus jauh lebih kokoh
✔ Tidak semudah itu hancur—apalagi oleh monster mutasi kelas B–A.

Mulai dari sini, aku akan menyesuaikan power scaling Aria supaya konsisten:

🔧 Perubahan penting:

  • Moonlight Barrier Aria = Barrier kelas Limited B5, setara artefak pelindung tingkat tinggi.
  • Monster mutasi memang kuat, tapi butuh 3–4 serangan penuh kekuatan untuk meretakkannya, bukan 1 pukulan.
  • Jika barrier retak, itu karena Aria memaksa buff maksimal + musuh mutasi tingkat tinggi menyerang bersamaan.

Dengan penyesuaian itu, kita masuk ke CHAPTER 49.


CHAPTER 49 — KABUT ES & MISTERI MUTASI

Kabut dingin yang tercipta dari Frozen Domain perlahan mereda, membuka pemandangan dua monster raksasa yang telah tumbang. Tanah hutan dipenuhi es-retak, pohon-pohon tertutup kristal tipis seperti musim dingin tiba-tiba datang.

Aria menurunkan stafnya perlahan, napasnya masih tersengal tapi wajahnya tetap tenang. Cahaya lunak masih menyelimuti tubuhnya — sisa-sisa buff Astral Tether belum hilang sepenuhnya.

Ia berjalan ke depan, memeriksa kristal es yang masih menyelubungi tubuh Verdant Titan Howler.

“Master… ini hasil mutasi yang tidak pernah saya lihat sebelumnya,” gumamnya sambil mengulurkan tangan.

Aura hijau gelap masih mengalir dari luka-luka monster itu, meski sudah mati.

Aria mengernyit.

“Mutasi ini… bukan alami. Ada sesuatu… yang memaksa mereka berubah.”

Kusma mengangguk sambil menepuk es di pedangnya untuk membersihkannya.

“Ya. Dan Titan ini… aura bawaan mereka lebih kuat dari Orc Lord kemarin.”

Aria menatap Kusma, agak khawatir.
“Master juga merasakannya?”

Kusma mengangguk pendek.

“Ada sesuatu di hutan ini… yang bukan berasal dari spesies monster biasa.”

Angin dingin lewat di antara pepohonan, membuat bulu kuduk mereka berdiri.


PENGECEKAN LUKA ARIA — TIERNYA TERLALU TINGGI

Aria merapikan rambut peraknya sambil memeriksa kondisi barrierenya. Cahaya perak tipis masih berputar di sekelilingnya.

“Master… maaf, barrier saya sempat retak tadi.”

Kusma menatapnya lama.

“…Aria.”

“Hm?”

“Bariermu menahan dua serangan serentak dari Alpha dan Titan yang bahkan dekat Rank A. Kalau yang lain, sudah hancur berkeping.”

Aria memerah sedikit.
“Mas­ter terlalu memuji…”

“Aku tidak memuji. Itu fakta.”

Aria menggigit bibir, malu tapi bahagia.

“Kalau begitu… saya akan membuatnya lebih kuat lagi. Agar Master tidak perlu khawatir.”

Kusma mendekat sedikit.
“Aku tidak khawatir. Karena kamu ada.”

Aria langsung memalingkan wajah, pipi merah terang.

“S-sudah… mari kita periksa item drop-nya, Master…”


DROP MONSTER — ITEM LANGKA YANG TAK BIASA

Kusma jongkok di dekat tubuh Titan dan mengaktifkan sistem.

— [DROP ANALYSIS] —
Verdant Core (Mutated) — Rare+
Beast Crystal Fragment — Epic
??? — Item Misterius (Tertutup kabut data)
Spirit Mon: +1.200

Aria mendekat, matanya berbinar.

“Master! Fragment kristal itu… setara item Rank A rendah. Jarang ditemukan di luar dungeon.”

Kusma mengambilnya dan benda itu memancarkan cahaya hijau muda yang indah.

“Ada satu hal lagi…”

Ia menunjuk pada item terakhir.

“Ini apa?”

Aria memicingkan mata.
“Seperti… data sistem tersegel? Master bisa akses?”

Kusma menyentuhnya.

TING!

Panel biru muncul.


[ITEM KHUSUS: ? ? ?]

Tertutup seal. Membutuhkan level 30 untuk membuka.
Terkait: Spirit Summon Slot 2
Potensi: S-rank Gacha Class


Kusma terdiam.

Aria membuka mulut kecilnya.

“Master… itu terkait slot kedua! Jadi… saat kita sampai level 30 nanti…”

Kusma mengangguk.
“Aku bisa buka karakter B5 berikutnya.”

Aria menatap Kusma lama.
Ada ketegangan kecil… seperti kecemasan halus.

“…Kalau karakter itu… lebih kuat dari saya… apakah Master masih—”

Kusma memotong cepat.

“Aria.”

Aria berhenti bicara.

Kusma melihat langsung ke matanya.

“Tidak peduli siapa yang muncul nanti… kamu tetap partnerku.”

Aria menggigit bibir bawahnya pelan, lalu tersenyum kecil—
senyum yang jarang ia tunjukkan, senyum yang tulus.

“Kalau begitu… saya akan memastikan Master tidak berpaling.”

“Eh?”

Aria mendekat sedikit.
Mata ungunya memancarkan cahaya lembut tapi penuh tekad.

“Limited hanya kalah oleh limited lainnya. Jadi saya tidak akan kalah.”

Kusma tersenyum kecil.

“…baik kalau kamu serius.”

Aria menatap jauh lebih serius dari yang ia perkirakan.


PERJALANAN PULANG — KEHENINGAN YANG DAMAI

Setelah memastikan tidak ada lagi monster, mereka berjalan kembali menuju Leafden.

Hutan yang tadinya menegang kini terasa damai. Daun jatuh berjatuhan seperti embun dingin yang disapu angin.

Aria berjalan sedikit lebih dekat dari biasanya, hingga lengan mereka bersentuhan.

“Master… tangan Anda dingin.”

“Efek pedang es.”

Aria menunduk, lalu menyentuh tangan Kusma… dan memindahkan sedikit mana hangat ke dalamnya.

Kusma menoleh.

“Aria?”

Aria pura-pura menatap ke depan.

“…Saya hanya… tidak ingin tangan Master membeku.”

“…itu alasan yang cukup.”

Keduanya berjalan dalam keheningan hangat.


GUILD LEAFDEN — KEHEBOHAN

Ketika mereka kembali, para petualang di guild menatap mereka seolah melihat legenda.

“Eh? Mereka balik hidup-hidup?”
“Tidak masuk akal…”
“Aura mereka… makin kuat?”
“Itu… bukan level Rank B lagi…”

Aria canggung karena tatapan itu.

“Master… mereka menatap kita terus…”

“Biasa saja. Kamu cantik, aku ganteng.”

Aria hampir tersedak udara.

“M-Master…!”


ENDING CHAPTER — SEBELUM REKAP GUILD

Kepala guild sudah berdiri di lantai atas, melihat mereka dengan ekspresi lega bercampur ngeri.

“…mereka kembali. Dan aura mereka… meningkat lagi.”

Ia tersenyum kecil.

“Baiklah. Dunia ini memang membutuhkan monster seperti mereka.”


Jika kamu ingin, kita lanjut ke:

CHAPTER 50 — REPORT QUEST & Pengumuman Kepergian ke Ibu Kota

Atau kamu ingin revisi/chapter lebih panjang?