- Update
49
CHAPTER 51 — MALAM TERAKHIR DI LEAFDEN & AWAL PERJALANAN MENUJU ARGENT
Malam turun perlahan di Leafden, meninggalkan sinar lampu minyak yang bergoyang halus oleh angin. Kusma dan Aria berjalan berdampingan menyusuri jalan menuju Silver Oak Inn, tempat mereka menghabiskan malam terakhir sebelum memulai perjalanan jauh menuju ibu kota, Argent.
Aria berhenti sejenak, menatap kota kecil yang telah menjadi awal segalanya. Ada kesedihan samar di matanya.
“Master… besok kita benar-benar pergi dari Leafden, ya?”
Kusma mengangguk pelan.
“Ya. Kita harus maju kalau ingin menjadi lebih kuat.”
Aria menunduk, lalu tersenyum tipis.
“…Benar.”
⭐ Di Penginapan — Persiapan Perjalanan
Begitu masuk kamar, suasananya langsung berubah serius.
Aria membuka inventaris sistemnya—panel bercahaya tipis muncul di udara.
“Ramuan sudah siap… perkakas juga…”
Sementara itu Kusma sudah selesai mengecek satu tas kecil yang berisi perlengkapan penting. Sederhana. Efisien.
Aria melirik tas Kusma.
“Master… hanya ini?”
“Ya. Bawa yang penting saja.”
Aria mendekat, seperti akan memarahi… tapi malah tersenyum lembut.
“Itu karena Master selalu siap bertarung kapan pun, ya?”
Kusma menggaruk pipinya.
“Hanya kebiasaan.”
Aria menatap barang-barangnya sendiri, banyak namun tertata rapi.
“…Maaf kalau bawaan saya sedikit lebih banyak…”
Kusma menggeleng.
“Tidak apa. Kita saling melengkapi.”
Aria tersipu—senyum kecil itu tidak bisa ia sembunyikan.
⭐ Momen Tenang Sebelum Tidur
Setelah semua selesai, keduanya duduk di ranjang bersebelahan.
Suasana menjadi sunyi… namun hangat.
“Master…”
Aria memecah keheningan, suaranya pelan.
“Apakah Master gugup… tentang perjalanan panjang ini?”
Kusma terdiam sesaat.
“…Sedikit. Tapi aku juga antusias.”
Aria menatapnya lama… lalu bersandar di bahunya.
“Saya… merasa berani karena Master ada di sini.”
Kusma sempat ingin menoleh, tapi ia tahu kalau gerak sedikit saja, kepala Aria mungkin terlepas dari bahunya.
Jadi ia diam… sambil merasa jantungnya bekerja dua kali lebih keras dari seharusnya.
“…Aria.”
“Ya…?”
Jawabnya tanpa bergerak.
“Kita akan baik-baik saja. Aku janji.”
Aria tersenyum tanpa mengangkat wajah.
“Saya percaya.”
⭐ Godaan Manis Sebelum Tidur
Saat mereka hendak berbaring, Aria melihat ke arah Kusma.
“Master tidur di sini saja… dekat dengan saya.”
“…Baik.”
Lampu dipadamkan.
Aria menggeser tubuhnya mendekat lagi—hingga Kusma bisa merasakan napasnya.
“Master…”
“Hm?”
“…Kalau besok saya takut atau cemas… Master harus menggandeng tangan saya.”
“…Pasti.”
“Janji?”
Kusma menatap wajahnya yang hanya terlihat samar oleh cahaya remang.
“Janji.”
Aria menutup mata, senyum kecil masih tertinggal di bibirnya.
“Selamat malam, Master…”
“Selamat malam, Aria.”
Kusma menatap langit-langit kamar beberapa detik—lalu pelan menoleh melihat Aria yang tertidur dengan tenang.
“…Ayo kita taklukan dunia yang lebih besar.”
Daun pohon di luar jendela bergoyang pelan…
Menyertai awal babak baru bagi keduanya.
✨ Chapter 51 selesai ✨