50
Update

50



CHAPTER 52 — PERJALANAN DIMULAI: DUA MANUSIA DAN SATU KERETA KUDA

Pagi menyapa Leafden dengan udara segar.
Di depan gerbang kota, sebuah kereta kuda sederhana sudah menunggu mereka—disewa khusus oleh Kusma.

Kusma memeriksa roda dan tali kekang kuda.
Aria berdiri di sampingnya dengan aura semangat… dan sedikit gugup.

“Kita benar-benar akan meninggalkan Leafden…” gumam Aria pelan.

Kusma tersenyum kecil.
“Kita akan kembali kalau sudah kuat.”

Aria mengangguk.
“Baik.”

Saat keduanya hendak naik—

Rena dan para penduduk muncul sambil melambai.

“Kusmaaa! Ariaaa! Jangan lupa kami kalau kalian jadi pahlawan!!”

Aria sontak merah padam.
“K-kami bukan pasangan pahlawan!!”

Satu petualang cewek berteriak:

“Kalau Kusma nakal, Aria boleh lapor ke guild pusat!!”

Aria: “KENAPA MASTER YANG DIANGGAP NAKAL!?”

Kusma: “Apaan sih… kenapa aku yang kena…”

Suara tawa penduduk mengiringi keberangkatan mereka.

Kusma mengambil tali kekang dan duduk di kursi kusir.
Aria duduk tepat di sebelahnya, terlalu dekat—hingga bahu mereka bersentuhan.

“…Aria, masih banyak ruang.”

“Aku tahu.”
Tapi dia tidak bergeser sama sekali.

“Terus kenapa tidak—”

“Karena aku mau di dekat Master.”

Kusma kehilangan seluruh argumen.


⭐ Jalan Raya Kerajaan — Episode “Ciyeee”

Kereta bergerak pelan menyusuri jalan lebar yang indah.
Burung-burung beterbangan, ladang hijau membentang luas.

Aria memejamkan mata menikmati angin.

“Enak sekali, Master…”

“Ya, lumayan.”

Aria menatapnya tiba-tiba.
“Master, senyum dong.”

“Hah?”

“Senyum. Biar perjalanan ini dimulai dengan baik.”

Kusma mencoba tersenyum…
Ekspresinya jadi agak kaku.

Aria menahan tawa sambil menutup mulut.

“Hehehe… Master kaku sekali~”

Kusma pura-pura batuk.
“Sudahlah.”

Aria menggoda lagi:

“Master, kalau aku memeluk tangan Master boleh?”

“Tangan memegang tali kekang, Aria.”

“Kalau aku pegang tali kekang juga?”

“…Justru bahaya.”

Aria memanyunkan bibir.
“Hem… kalau begitu nanti saat istirahat, saya peluk tangan Master.”

“Kenapa harus diumumkan dulu?”

“Biar Master gugup sepanjang jalan.”

Kusma kehilangan HP mental -15.


⭐ Kurang Fokus Bawa Kendaraan

Kusma mencoba mengalihkan perhatian dengan mengamati jalan.

Namun Aria masih memperhatikan wajahnya tanpa henti.

“…Kenapa kamu menatapku begitu?”

Aria tersenyum manis.
“Untuk memastikan Master tidak menghilang.”

“Kita di kereta. Aku nggak akan tiba-tiba teleport.”

“Tetap saja. Aku harus awasi Master dari dekat.”

“…Aria.”

Aria mendekat sedikit lebih lagi.
“Kyaaa… Master wangi.”

Kusma hampir salah belok.

“Kamu bikin aku kecelakaan nanti!”

“Hehehe~ berarti berhasil.”


⭐ Iri pada… seekor kuda?

Saat berhenti sejenak untuk memberi air pada kuda, Aria menatap binatang itu dengan serius.

“Kuda ini… selalu di depan Master…”

“…dan?”

“Berarti dia yang paling dekat dengan Master sepanjang perjalanan.”

Kusma memandang langit.
“Aku baru tahu kamu cemburu sama kuda.”

Aria memeluk lengannya.
Aku mau jadi yang selalu di samping Master.

Kusma tersipu. Aria menang telak.


⭐ Istirahat Siang — Pelukan Janji

Mereka berhenti di dekat sebuah pohon besar.

Aria duduk di rerumputan—langsung menarik tangan Kusma ke pangkuannya.

“Hehe~ janji tadi terpenuhi!”

Kusma menyerah dan duduk di sampingnya.

Aria bersandar ke bahunya, tangan mereka tetap saling menggenggam.

“Master…”

“Hm?”

“Kalau nanti di Argent… akan banyak perempuan cantik ya?”

“…Mungkin.”

Aria cemberut.

“Saya harus tetap berada dekat Master, atau Master akan diculik.”

“Siapa yang mau menculik?”

“Perempuan yang menyukai Master.”

Kusma mendesah.
“Yang mana?”

Aria terdiam… lalu menunjuk dirinya sendiri.

“…Contohnya saya.”

Kusma tak bisa menahan senyum.
Dan pelan, ia meremas tangan Aria sedikit—balasan yang membuat gadis itu membeku dan wajahnya memerah parah.

“K-m-master… kalau Master begitu… saya… saya…”

Suara Aria hilang jadi desahan gugup.

Dan Kusma hanya menatapnya lembut.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah makan siang.
Langit cerah, jalan mulus, dan sesekali Aria masih mencuri-curi pelukan—atau malah jelas-jelas memaksanya.

Hari pertama perjalanan berjalan dengan indah…

Dan penuh degupan jantung berlebih.


Chapter 52 Selesai