- Update
52
CHAPTER 54 — SERANGAN DI TENGAH MALAM & JANJI PERLINDUNGAN
Malam di jalan raya kerajaan sunyi… hanya suara jangkrik yang terdengar dari rerumputan. Kereta kuda yang disewa Kusma berhenti di tempat peristirahatan yang aman—di dekat sungai kecil berbatu.
Aria sedang menghangatkan sup di atas api kecil. Cahaya api memantul di rambut peraknya yang lembut, membuatnya tampak seperti cahaya bulan.
Kusma duduk bersandar pada kereta, memandangi langit penuh bintang.
“Master,” panggil Aria dengan suara lembut. “Supnya sudah siap.”
Kusma bergerak mendekat dan duduk di sampingnya. Mereka makan dalam keheningan yang nyaman.
Setelah makan, angin malam semakin dingin. Aria mendekat pelan, menyandarkan bahunya ke Kusma.
“…Master hangat,” bisiknya dengan pipi merah.
Kusma tersenyum kecil. “Kalau kamu kedinginan, bilang saja.”
Aria mendongak pelan, mata birunya berkilau.
“Kalau aku bilang aku takut… Master akan memelukku?”
Kusma terbatuk. “Kenapa jadi gitu alurnya?”
Aria terkikik, manja namun malu.
“Aku hanya menguji~”
Tapi mendadak—
GRUUUHH…
Gemuruh rendah terdengar dari dalam kegelapan.
Kusma langsung bangkit, menggenggam pedangnya. Aria berdiri, stafnya menyala.
Dari semak-semak, lima pasang mata merah muncul… menatap mereka dengan lapar.
Direwolf — Rank C
Berjalan pelan mengelilingi api, menggeram dalam bayangan.
Kusma menarik napas.
“Aria, tetap dekat.”
Aria mengangguk tegas, berdiri tepat di sisi Kusma—tangannya cepat memegang bagian belakang bajunya.
“Astral Tether.”
Benang cahaya menghubungkan mereka. Buff mengalir.
Satu serigala menerjang cepat—
Kusma memutar badan dan menangkis dengan pedang, lalu Dash Step menusuk tepat di titik buta.
SFX: SLASH!
Direwolf tumbang.
Dua lainnya menyerang dari kiri dan belakang. Aria mengangkat stafnya—
Moonlight Veil!
Barier tipis muncul dan menangkis cakar yang hampir mencakar Kusma.
“Thanks!” seru Kusma.
Aria tersenyum tipis, tapi wajahnya fokus.
“Tolong serahkan sisanya pada saya, Master.”
Starfall Dust!
Debuff melumpuhkan serigala lain—Kusma memanfaatkan celah itu, bergerak lincah dan menumbangkan dua sekaligus.
Direwolf terakhir melompat ke arah Aria—
Kusma segera memeluknya dan berbalik, menahan cakar itu di punggungnya.
“Master!!”
Kusma mengayunkan tubuh, menjatuhkan serigala itu, dan menusuknya ke tanah.
Semua serigala hancur menjadi partikel cahaya.
[MONSTER GROUP DEFEATED]
[You obtained Spirit Mon x 27]
Kusma berdiri sambil meringis—punggungnya sedikit tergores.
Aria langsung panik.
“Tunjukkan lukanya! Cepat—!”
“Tenang, cuma—”
Lunar Mend!
Aria memeluk punggungnya dari belakang, menyalurkan healing tanpa ragu. Nafasnya menggema dekat telinga Kusma.
“…Jangan buat aku takut seperti itu lagi.”
Suara Aria bergetar.
Kusma menoleh. “Hei, aku nggak apa-apa—”
Aria tiba-tiba memeluknya lebih erat.
Wajahnya tenggelam di punggung Kusma.
“Kalau Master terluka, aku… aku tidak tahu harus bagaimana.”
Kusma terdiam sebentar… lalu memegang tangan Aria yang melingkari pinggangnya.
“…Maaf sudah bikin kamu khawatir.”
Aria mengangkat wajahnya… mata basah sedikit.
“Master… mulai sekarang… kalau ada bahaya…”
Ia menempelkan keningnya ke punggung Kusma.
“Pegang tangan aku dulu… jangan hadapi semuanya sendiri.”
Kusma tersenyum tipis—hangat.
“…Oke. Aku janji.”
Aria mengangguk… lalu tanpa sadar mencium punggung Kusma ringan—sentuhan lembut seperti helai bulan.
“Selamat malam, Master… aku percaya padamu.”
Kusma menoleh sedikit, menatapnya dengan lembut.
“Dan aku selalu butuhmu di sampingku.”
Aria tersipu, tapi tersenyum bahagia.
Malam itu… mereka tidur saling bersandar—
Aria menggenggam tangan Kusma erat… seolah tak akan melepaskannya lagi.
💠
Besok… perjalanan menuju Argent semakin berbahaya.
Tapi hubungan mereka?
Semakin dekat… semakin sulit dilepas.