- Update
Chapter 22 part 2
CHAPTER 22 — LAST NIGHT LIMITED (Bagian Akhir)
Cahaya lembut dari tubuh Aria masih berpendar, memenuhi kamar kecil itu seperti serpihan bintang yang ditebarkan perlahan. Aroma manis—entah dari parfum astral atau efek summoning—membuat udara seperti melayang.
Aria mendekat, langkahnya seolah tidak menyentuh lantai.
Ia menatap Kusma dengan senyum lembut yang bisa bikin dewa-dewa nyerah.
“Master… tangan Master gemetar. Apakah Master takut? Atau…”
Ia mencondongkan tubuhnya sedikit.
“…senang karena Aria datang?”
Kusma menelan ludah.
“A-aAku… cuma… shock dikit…”
Padahal dalam hati:
ANJIRRR INI WAIFU LIMITED COKKKK.
Aria tertawa pelan, bening seperti bel.
Ia mengulurkan tangan, ujung jarinya menyentuh pipi Kusma sedikit—hanya satu sentuhan tipis.
Tapi itu cukup.
[DEBUFF TAK TERDUGA — HEART RATE OVERLOAD]
Jantung Kusma langsung:
DUG DUG DUG DUG DUG DUG DUG—
Sementara Aria tampak sangat menikmati reaksinya.
“Hehe… Master lucu~ Kalau begini, Aria harus lebih hati-hati, yah.”
Ia berlutut tepat di depan Kusma, mata birunya menatap lurus, begitu dekat sampai napasnya terasa.
“Mulai malam ini… Aria akan menjadi tangan kanan Master.
Yang menyembuhkan… yang melindungi… yang menguatkan…”
Senyumnya berubah sedikit menggoda.
“…dan mungkin… yang memanjakan juga.”
Kusma: (System… anjir manis bat hati gue ga kuat …)
Aria memiringkan kepala, rambut perak-keemasannya jatuh seperti tirai cahaya.
“Master… Master baik-baik saja?”
Kusma ingin jawab “iya”.
Benar-benar ingin.
Tapi tubuhnya sudah menyerah duluan.
Penglihatan berputar.
Kaki melemas.
Dunia mulai gelap.
“Eh—Master!?”
Suara Aria menggema, panik namun tetap lembut.
Kusma merasa tubuhnya ditangkap oleh sesuatu hangat—mungkin Aria memeluknya sebelum jatuh.
Terdengar napasnya tepat di telinga:
“Haah… Master benar-benar… gemesin sekali…”
Lalu…
Gelap total.
Kusma pingsan.
Sistem bahkan sempat menampilkan:
────────────────────────
【STATUS: KELELAHAN BERAT 】
Durasi tidur: Tidak diketahui
────────────────────────
Di tengah kesadaran yang memudar, Kusma hanya mendengar satu hal:
“Selamat malam, Master.
Aria akan menjagamu… sampai Master bangun.”
Dan semua cahaya pun padam.