- Update
Dunia Arnia Bab 14
BAB 14 — Latihan Rahasia di Hutan Utara
Sore hari, hutan di utara desa Farglen dipenuhi cahaya kuning lembut.
Burung-burung mulai kembali bersuara setelah serangan goblin mereda.
Di tengah hutan itulah Kusma berdiri bersama Luna.
Tempat ini jauh dari jalur petualang dan sangat sepi.
Langkah pertama untuk menyembunyikan identitas Luna adalah latihan sihir tanpa ada yang melihat.
Luna berdiri di depan Kusma, wajahnya terlihat bersemangat.
“Master, apa kita mulai latihan?”
Kusma mengangguk.
“Ya. Tapi kita harus berhati-hati.
Sihirmu… terlalu kuat jika langsung dilepaskan.”
Luna menatap tangannya.
“Di dunia game, saya bisa melepaskan Firebolt tanpa cooldown.
Tapi di dunia ini… mana saya terasa lebih padat.
Lebih… hidup.”
Kusma tersenyum kecil.
“Karena mana di dunia ini bukan angka.
Tapi energi.
Kamu harus mengendalikannya perlahan.”
🔥 Pelajaran Pertama — Mengatur Mana
Kusma mengangkat tangan.
“Bayangkan aliran energi di dadamu, turun ke lengan, lalu ke ujung jari.”
Luna mengikuti arahan.
Matanya memejam.
Dalam beberapa detik…
WOOOSH
Udara bergetar.
Tanah di sekitar mereka berdenyut pelan.
Kusma cepat menahan bahu Luna.
“Stop! Jangan langsung keluarkan!”
Luna membuka mata, sedikit bingung.
“Maaf, Master… saya tidak terbiasa menahan sihir.”
Kusma menggeleng sambil tertawa kecil.
“Tidak apa. Kita coba pelan-pelan.”
✨ Pelajaran Kedua — Kontrol
Luna mengangkat tangannya lagi.
Kali ini Kusma memegang kedua pergelangan tangannya untuk menstabilkan mana.
“Tarik napas…
Fokus…
Buat mana-mu hanya sebesar lentera kecil.”
“Seperti ini… Master?”
ZIIING…
Cahaya biru kecil muncul di ujung jari Luna.
Lembut. Stabil.
Tidak meledak seperti sebelumnya.
Kusma tersenyum puas.
“Ya. Bagus sekali.”
Luna menatap cahaya itu.
“Walau kecil, energi ini terasa lebih berat daripada sihir di game…”
Kusma menegaskan:
“Karena dunia ini nyata.
Sihir bukan angka, tapi hidup.
Jika kamu tidak mengendalikannya… kamu bisa melukai orang.”
Luna menunduk.
“…Aku tidak ingin menyakiti siapapun.
Aku hanya ingin melindungi Master.”
Kusma diam sejenak.
Dalam game, Luna adalah partner loyal.
Di dunia nyata… emosinya terasa jauh lebih manusiawi.
🔥 Percobaan Firebolt Tingkat Rendah
Setelah satu jam latihan, Kusma memberi izin.
“Baik. Kita coba Firebolt kecil.
Tembak ke pohon itu.”
Luna mengangguk, mengambil posisi.
Ia mengarahkan telapak tangan.
“Fire—bolt.”
POP!
Sebuah percikan api kecil melesat dan mengenai batang pohon.
Tidak ada ledakan besar.
Tidak ada nyala api besar.
Hanya luka terbakar sebesar koin.
Kusma menghela napas lega.
“Perfect.
Ini tingkat sihir yang aman untuk disembunyikan sebagai manusia.”
Luna tersenyum bangga.
“Master… apakah saya lulus?”
Kusma mengangguk.
“Sangat lulus.”
Luna tampak berbinar seperti anak kecil mendapatkan pujian.
⚠️ Sesuatu yang Mengawasi
Saat mereka bersiap mencoba sihir berikutnya…
KRK… KRK… KRK…
Ada suara ranting patah.
Kusma segera menarik Luna di belakangnya.
“Siapa di sana?!”
Hening.
Luna memejamkan mata, merasakan mana.
“Master… ada sesuatu.
Tapi bukan manusia.”
Kusma menggenggam pedang.
Lalu dari balik semak—
Seekor serigala besar berwarna hitam muncul.
Setinggi pinggang manusia.
Mata merah.
Bulu hitam legam.
Kusma memicingkan mata.
“…Night Wolf.”
Level monster ini jauh lebih tinggi dari goblin biasa.
Kelompok petualang F-rank pasti kabur.
Luna berbisik:
“Master… izinkan saya menyerang.”
“Tidak. Kita tidak boleh menarik perhatian.
Firebolt besar akan memicu ledakan suara.”
Luna paham.
Mereka harus menghabisi monster ini tanpa meninggalkan bukti.
Night Wolf menggeram rendah.
GRRRRR…
Kusma mengambil posisi.
“Luna… berikan buff kecil—yang tidak terlihat.”
Luna mengangguk, menutup mata sebentar.
WUUUSH
Angin lembut menyelimuti tubuh Kusma.
Itu bukan buff efek visual seperti di game—benar-benar tidak terlihat.
Namun tubuh Kusma terasa lebih ringan, seperti ototnya diperkuat.
⚔️ Pertarungan Singkat
Night Wolf menerjang.
Kusma menunduk, menghindari cakaran.
Ia memutar posisi, menargetkan kaki belakang monster.
SLASH!
Darah hitam mengalir.
Night Wolf menjerit, namun belum tumbang.
Luna melihatnya ingin membantu.
“Master, saya—”
“Tidak! Fokus penghalang!”
Luna mengangkat tangan, membuat barrier tipis tak terlihat.
Night Wolf terpantul dan goyah.
Kesempatan terbuka.
Kusma menghunus pedang dan—
CHAK!
—menancapkan tepat di tengkuknya.
Monster itu jatuh tanpa suara besar.
SPM kecil mengalir ke tubuh Kusma.
+ 19 SPM
Luna mendekat.
“Master… apakah kamu terluka?”
Kusma menggeleng.
“Tidak. Berkat kamu, sihir barrier-mu sempurna.”
Luna tersenyum kecil.
Namun sebelum mereka tenang—
BUUUMM!!
Suara besar terdengar dari arah selatan hutan.
Keduanya menoleh.
Asap tebal naik ke langit.
Luna berbisik:
“Master… itu bukan suara pertarungan biasa.”
Kusma mengangguk.
“Benar.
Dan sepertinya… desa dalam bahaya.”
🔥 Bayangan Masalah Baru
Rinne muncul dengan napas terengah-engah dari arah desa.
“Kusma! Luna! Cepat ke desa!”
“Ada apa?” tanya Kusma.
Rinne teriak:
“Alan menggeledah rumah-rumah!
Dia mencari gadis misterius yang tidak tercatat dalam database guild!”
Kusma mematung.
Luna menegang.
Rinne melanjutkan:
“Dan itu belum semuanya…
Ada monster baru menyerang desa!
Monster yang belum pernah terlihat sebelumnya!”
Kusma menatap Luna.
“Luna… kita harus pergi.”
Luna menggenggam tangannya.
“Ya, Master.”
Dengan itu—
Babak baru dimulai.
Luna harus semakin pandai menyembunyikan identitasnya.
Sementara ancaman dari Alan… semakin dekat.