- Update
Dunia Arnia Bab 17
BAB 17 — Pertarungan Pertama Melawan Boss Dungeon
Pintu batu yang berat itu terbuka perlahan, mengeluarkan suara retakan yang menggema ke seluruh lorong. Cahaya merah samar memancar dari dalam ruangan, seperti bara api yang menyala dalam gelap. Kusma melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti Rinne dan Luna.
Begitu cahaya ruangan menyentuh mata mereka…
Rinne tercekik napas.
“Master… itu—”
Kusma mengangguk pelan.
Di tengah ruangan, berdiri makhluk raksasa berbentuk humanoid. Kulitnya tebal seperti batu, tubuhnya besar, dan matanya merah menyala liar.
“Stone Ogre — Rank D.”
Boss dungeon liar.
Luna memegang staff lebih erat.
Rinne perlahan maju ke posisi depan.
Kusma mempelajari gerakan monster itu dengan sangat teliti.
Gerakan lambat.
Kekuatan pukulan besar.
Armor alami tinggi… tapi titik lemah—pergelangan kaki dan mata.
Persis seperti game.
Namun ini lebih menakutkan karena nyata.
1. Serangan Pertama: ", maju!"
“Rinne, tahan serangannya. Jangan coba menangkis, cukup arahkan serangan ke tanah.”
Rinne mengangguk kuat.
Dengan pedang barunya, ia menyerbu ke depan.
“Graaaaahh!”
Ogre menghantam tanah.
BUUUMMM!
Getaran membuat debu beterbangan.
Rinne hampir terpental, tapi ia menancapkan kaki dalam tanah, memantapkan posisi.
“Berat sekali…!”
“Bisa kan?” kata Kusma.
Rinne menggertakkan gigi.
“Tentu!”
2. Luna Lepas Tembakan — Tapi Ogre Tidak Mudah Jatuh
“Luna!”
“Siap, Master!”
Luna mengacungkan staff Whisper Branch.
“Wind Cutter!”
TZZZRAAAASH!
Angin tajam menabrak tubuh Stone Ogre.
Namun…
CING!
Serangannya hanya menggores sedikit.
“Dia terlalu keras…” Rinne teriak. “Serangan langsung tidak cukup!”
Kusma mengangguk.
“Luna, kita ubah strategi.”
Luna siap mendengar.
“Kau fokus ke titik lemah. Mata atau pergelangan kaki.”
Luna tersenyum lembut.
“Baik, Master. Aku akan menembak dengan presisi penuh.”
3. Serangan Balik Ogre — Bahaya
Stone Ogre berbalik arah, mengejar sumber sihir—Luna.
BUUM! BUUM! BUUM!
Langkah monster itu menggetarkan ruangan.
“Master!”
Luna mundur cepat, tapi ogre itu terlalu cepat untuk ukuran tubuh besar.
Kusma langsung melompat ke depan.
“Rinne! Cut!”
“Baik!”
Rinne menyerang pergelangan kaki ogre.
CRAAAK!
Ogre terhuyung dan memukul lantai, membuat Luna aman beberapa detik.
Kusma menarik Luna ke belakang.
“Kau baik-baik saja?”
Luna tersenyum.
“Selama Master ada… aku akan baik-baik saja.”
Rinne melongo.
Cara Luna bicara… seperti seseorang yang sepenuh hati menyerahkan hidup pada Kusma.
Kusma menepuk kepala Luna sebentar.
“Fokus. Boss belum tumbang.”
4. Strategi Kusma — "Serang Bersama!"
Kusma mengatur strategi kilat.
“Rinne, serang kakinya. Buat dia jatuh!”
“Siap!”
“Luna, siapkan Firebolt besar!”
Luna mengangkat staff, mata bersinar.
“Aku akan memberikan segalanya untukmu, Master.”
Kusma mengambil posisi samping, mengacungkan belati.
Ruang itu bergetar.
Stone Ogre meraung marah dan menyerang lagi.
5. Pertarungan Memuncak
Rinne mengayunkan pedang.
“TEBBBAAASSS!!”
Serangan pedang Feather Edge semakin cepat — efek pasifnya aktif.
CRAAAK!
Retakan besar muncul di kaki Stone Ogre.
Ogre kehilangan keseimbangan—
Kusma melihat kesempatan.
“Luna! NOW!”
Luna tidak menahan apapun.
“FIREBOLT — BURST SHOT!!”
Api meledak dari staff-nya.
FWOOOOOOOSH!
Bola api besar menghantam dada Stone Ogre…
Namun karena posisinya goyah, ogre itu terjatuh ke belakang dan—
BAAAAAAAMMMM!!
—kepalanya menghantam lantai, membuat retakan panjang.
Boss itu terbaring.
Tak berdaya.
Kesempatan terakhir.
Kusma melompat ke atas tubuh ogre itu, memegang belati dua tangan.
“Titik lemah…”
Ia menancapkan belati ke mata kanan monster—
SPRRAAAKK!!!
Stone Ogre berhenti bergerak.
Sunyi total.
Dungeon bergetar ringan, tanda boss sudah tumbang.
6. Hadiah Kemenangan — Peti Perak Boss
Cahaya biru besar muncul di tengah ruangan.
Rinne menutup mulutnya.
“Itu… itu peti boss rank D! Kita benar-benar—”
Luna menatap Kusma dengan mata berbinar bangga.
“Seperti yang Master katakan… kita bisa melakukannya.”
Kusma tersenyum tipis.
“Party Arclight baru saja menyelesaikan dungeon liar pertamanya.”
Ia membuka peti itu perlahan.
Di dalamnya:
• Book Skill — “Flame Burst Lv.1”
Skill sihir api area kecil, cocok untuk Luna.
• Armor Ringan Rank C — ‘Swiftsteel Mantle’
Efek: +kecepatan gerak, +ketahanan fisik.
• 210 Spirit Mon (SPM)
Boss drop besar.
Rinne hampir menangis.
“K-KITA DAPAT 210 SPM?? Master! Ini gila! Ini… ini bukan rank F lagi namanya!”
Luna menatap buku skill api itu, lalu memandang Kusma.
“…Master, bolehkah aku mempelajarinya?”
“Tentu. Ini cocok untukmu.”
Luna merasakan halaman buku itu bergetar dengan mana merah.
“Aku akan menjadi lebih kuat… demi melindungi Master.”
7. Keluar dari Dungeon — Masa Depan Bersinar
Setelah mengambil loot, dungeon mulai runtuh perlahan—tanda dungeon liar sudah bersih.
Mereka bertiga keluar dari pintu batu besar itu.
Matahari senja menyambut mereka.
Rinne melemparkan kedua tangannya ke udara.
“Kita berhasil!! Party Arclight berhasil menyelesaikan dungeon!!”
Luna tersenyum ke Kusma.
“Ini baru awal, Master.”
Kusma memandang langit jingga.
Ya.
Ini baru langkah pertama.
Dengan loot kuat, SPM banyak, Luna yang semakin bersinar, dan Rinne yang semakin berkembang…
Party Arclight akan segera meninggalkan kota kecil ini.
Petualangan besar menunggu.