- Update
Dunia Arnia Bab 27
BAB 27 — Pertempuran Melawan Alpha Shadow Beast
Gua berguncang.
Debu jatuh dari langit-langit.
Dan dua mata merah itu kini terlihat jelas—lebih besar dari tubuh Rinne.
Alpha Shadow Beast.
Tingginya hampir 4 meter, tubuh hitam pekat seperti kabut tebal, dan setiap hembusan napasnya membuat udara terasa berat.
Rinne menelan ludah keras-keras.
“K-kita… ngelawan MONSTER kayak gini…?!”
Kusma tidak menjawab.
Ia memutar daggers-nya sambil memprediksi pola gerak monster itu—pola yang ia tahu dari game.
Luna maju satu langkah dan mengangkat tangan.
Aura biru, sangat pekat, keluar dari tubuhnya.
Begitu kuat sampai angin di gua ikut berputar liar.
Rinne mematung.
“L-Luna… kenapa auramu tiba-tiba kayak… mau meledak?!”
“Master mengizinkanku memakai seluruh kekuatan,” jawab Luna tenang.
“Itu berarti… tidak ada batas.”
Rinne: “ITU MENGERIKAN SEKALIGUUUUS MELEGAAAKAN—!!”
1. Serangan Pembuka: Shadow Roar
Alpha Beast membuka mulutnya.
CROOOOOOOAAAHHH—!!
Gelombang kejut hitam meluncur.
“RINNE, DODGE!” teriak Kusma.
Rinne berguling ke samping, nyaris kena.
Gelombang itu menghantam dinding—dan melelehkannya.
“Yang benar aja?! Satu serangan aja udah kayak asam super!!”
Kusma menggeram.
Ini lebih kuat dari versi game…
Luna mengangkat kedua tangan.
“Master… izinkan aku membalas.”
“Lakukan.”
2. Luna Melepaskan Spesialisasi Sihir SSR-nya
Luna menutup mata.
Aura es, api, dan petir bergabung menjadi lingkaran sihir kompleks.
Rinne: “T-tiga elemen sekaligus?! Itu… bukan sihir yang manusia normal bisa pakai…”
Luna membuka mata.
“Tri-Elemental Burst.”
WUSHHH!
Tiga pilar elemen menghantam Alpha Beast sekaligus.
- Api membakar tubuhnya
- Petir menyetrum saraf bayangannya
- Es membekukan kaki raksasanya
Alpha Beast mengamuk kesakitan.
“GROOOOHHHHHH—!!”
Rinne berteriak, terjatuh lagi.
“GILA! Itu serangannya bukan sihir… tapi BENCANA ALAM!”
Kusma tersenyum kecil.
Inilah kekuatan SSR asli.
Tapi Luna belum selesai.
Ia menatap Kusma dengan pipi sedikit merah.
“Master… boleh aku lebih keras lagi?”
“Silakan.”
Rinne: “JANGAN SILAKAN SEMBARANGAN—!!”
3. Kusma Masuk ke Mode Hunter
Saat Luna menahan Alpha Beast, Kusma bergerak.
“Shadow Step.”
Tubuhnya langsung menghilang seperti bayangan.
Dalam sepersekian detik ia muncul tepat di belakang Alpha Beast.
SLASH! SLASH! SLASH!
Ia mengincar tendon, titik lemah, dan tempat rendah monster itu—pola yang ia hafal dari game.
Tapi monster itu tidak tinggal diam.
Sebuah tentakel bayangan muncul dari tanah.
“KUSMA!!” jerit Rinne.
Kusma melompat tinggi—tapi tentakel lain datang dari samping.
“Master!”
Luna mengirimkan ledakan kecil petir tepat waktu.
KACRAAACK!
Tentakel itu hancur berantakan.
Kusma mendarat dengan aman.
“Terima kasih, Luna.”
Luna tersenyum lembut.
“Master tidak boleh terluka. Jangan jauh-jauh.”
Rinne: “Ini… pasangan atau kolaborasi maut… aku tidak tahu lagi…”
4. Luna Full Output — Mode Mage Murni SSR
Luna mengangkat tangan ke atas.
Cahaya biru menyelimuti seluruh gua.
Rinne menutup mata karena silau.
“A-apa yang dia lakukan lagi—?!”
Luna berbisik pelan.
“Master… izinkan aku mengakhiri ini.”
Kusma mengangguk.
“Aku percaya padamu.”
Itu cukup.
Luna membuka kedua matanya—dan lingkaran sihir raksasa terbentuk di atas Alpha Beast.
“Absolute Elemental Impact.”
Cahaya turun seperti meteor.
Alpha Beast menatap ke atas… dan terlambat.
BOOOOOOOOOOOMMMMM!!!
Ledakan itu mengguncang seluruh Shadow Nest.
Rinne terlempar sampai menabrak dinding (tidak pingsan, hanya syok).
Asap memenuhi gua.
Tanah bergetar… lalu diam.
Tak ada gerakan.
Tak ada napas monster.
Alpha Beast—lengkap—sirna menjadi debu bayangan.
5. Sisa-Sisa Pertempuran
Saat asap mulai hilang, suara langkah ringan terdengar.
Luna berjalan ke arah Kusma.
Ia terlihat sedikit lelah, pipi merah, tetapi senyum manisnya tetap ada.
“Maaf Master… aku mungkin sedikit… terlalu terfokus.”
Kusma menepuk kepala Luna.
“Kerjamu bagus.”
Luna menunduk malu.
“Terima kasih, Master…”
Rinne bangkit dengan gemetaran.
“S-sedikit…?!?! Luna… itu serangan buat NGEHANCURIN KOTA JUGA BISA!!!”
Luna menatap Rinne dengan polos.
“Bukankah musuhnya besar?”
Rinne: “…Tidak bisa dibantah.”
6. Drop Legendaris dari Alpha Beast
Ketika debu bayangan menghilang, cahaya biru berkumpul membentuk Peti Emas Hitam.
Kusma menelan napas.
“…Peti Rank A+.”
Rinne bersinar.
“KITA KAYA!!”
Kusma membuka peti.
Isinya:
- Skill Book: Shadow Phantom Step (Peningkatan dari Shadow Step)
- Cloak of Night Emperor (Armor Langka untuk Rogue/Mage)
- Dua Kristal Spirit Mon — Total 850 SPM
Rinne membuka mulut lebar-lebar.
“850 SPM?! Itu hampir SPM Boss Dungeon!”
Kusma tersenyum.
“Kalau begini… aku bisa membuka satu slot partner lagi.”
Luna menunduk sedikit, memegang lengan Kusma dengan clingy alami.
“Master… siapapun yang akan kau panggil nanti… aku akan menerimanya.”
Kusma menepuk kepalanya lagi.
“Aku tahu.”
Rinne memandang mereka berdua.
“…Party ini makin lama makin seperti keluarga aneh yang kuat banget…”