Dunia Arnia Bab 28
Update

Dunia Arnia Bab 28


BAB 28 — Keputusan Besar: Jalan Baru Setelah Shadow Nest

Udara di dalam Shadow Nest akhirnya kembali tenang.
Gema ledakan Luna sebelumnya masih terasa menggetarkan dinding-dinding gua yang kini retak-retak.

Rinne duduk lemas sambil berusaha mengatur napas.
Luna, seperti biasa, berdiri menempel pada lengan Kusma—seolah singa betina yang memantau siapapun yang berani mendekati “Master”-nya.

Kusma memegang dua Kristal Spirit Mon besar yang mereka dapatkan dari Alpha Beast.

850 SPM.
Jumlah luar biasa untuk monster di luar dungeon.

Rinne menatap kristal itu dengan wajah bingung sekaligus syok.

“Jadi… dengan ini kamu bisa membuka slot partner berikutnya?”

Kusma mengangguk.

“Total SPM-ku sekarang sekitar 1.750. Cukup untuk membuka slot baru.”

Luna menatap Kusma dengan senyum lembut namun clingy.

“Master… siapa yang akan kau panggil kali ini?”

Kusma terdiam.
Ia tahu setiap partner SSR punya fungsi penting di medan tempur.
Dan kini, dunia ini semakin jelas lebih besar dari sekadar kota kecil dan hutan sekitarannya.


  1. Perjalanan Tidak Akan Berakhir di Kota Kecil Itu

Kusma memasukkan kristal SPM ke dalam kantong.

“Kita tidak akan membuka slot di sini,” katanya sambil berjalan menuju mulut gua. “Kita lakukan itu setelah sampai di Riverstone.”

Rinne menggaruk kepalanya.

“Kita… hampir sampai, kan?”

Kusma mengangguk.

“Kota Riverstone sudah dekat. Setelah mengurus laporan di guild di sana, kita akan bisa lanjut ke wilayah yang lebih kuat.”

Luna meraih lengannya semakin erat.

“Ke mana pun Master pergi… aku ikut.”

Rinne ikut tersenyum gugup namun antusias.

“Aku juga. Aku… ingin terus berkembang bersama kalian. Dan jujur… aku merasa aman kalau bersama kalian.”

Luna menatap Rinne dan mengangguk ringan.

“Bagus. Kau sudah semakin berguna, Rinne.”

“Terima kasih… kurasa?” Rinne bingung apakah itu pujian atau sindiran.


  1. Hadiah Tersembunyi dari Shadow Nest

Sebelum keluar, Kusma berjalan ke bagian terdalam sarang.
Ia tahu… jika dunia ini mirip game, maka ada satu peti tersembunyi di balik batu besar.

Dan ia benar.

Rinne melongo begitu Kusma menarik peti biru gelap dari balik celah itu.

“EH?! ADA PETI LAGI?! Ini gua penuh kejutan?!”

Kusma membuka penutupnya.

Nightsteel Dagger — Rank A
Skill Book: Mist Veil
Peta Rahasia: Dungeon Kuno “Narbia Depths”

Rinne tercengang.

“Ini… ini… dunia ini keterlaluan!!”

Kusma menatap peta itu lama.

“Narbia Depths… bahkan tidak ada di game.”

Luna melihat wajah Kusma dengan perhatian lembut.

“Master… ada masalah?”

“Tidak. Tapi ini berarti dunia ini tidak mengikuti jalur game sepenuhnya.”

Luna tersenyum pelan.

“Bagus. Berarti lebih banyak petualangan.”


  1. Keluar dari Shadow Nest

Saat mereka melangkah keluar dari gua, langit senja menyambut mereka—jingga, hangat, dan sangat kontras dengan kegelapan melelahkan yang baru mereka tinggalkan.

Rinne menarik napas panjang.

“Hari ini… bener-bener gila. Monster Rank A, hampir mati… terus dapet jackpot berkali-kali…”

Kusma menepuk bahunya.

“Itu normal.”

“NORMAL KATAMU?!”
Rinne hampir menangis.

Luna memeluk lengan Kusma lebih erat.

“Master memang selalu tenang. Itu sebabnya aku suka berada di sisinya.”

Kusma membiarkannya.
Entah sejak kapan, clingy Luna terasa seperti hal yang paling natural di dunia ini.


  1. Rencana Besok Pagi

Saat kota Riverstone terlihat di kejauhan, cahaya lampu kotanya mulai tampak dari balik pepohonan.

Kusma berkata:

“Besok pagi kita akan ke guild untuk menaikkan rank party, dan mengurus izin perjalanan keluar kota.”

Rinne berkedip.

“Jadi… bukan buat daftar party? Kita kan sudah daftar sebelumnya…”

“Ya,” Kusma mengangguk. “Kita akan resmi meng-upgrade party kita. Dari ‘party pemula’ menjadi ‘party terdaftar penuh’ agar bisa menerima quest rank tinggi.”

Luna tersenyum bangga.

“Itu berarti kita akan diakui sebagai party kuat.”

“Betul,” Kusma menambahkan. “Dan setelah itu, kita tinggalkan kota kecil ini untuk memulai petualangan besar.”

Rinne mengepalkan tangan.

“Kalau begitu… ayo jadi party terkuat!”

Luna memandang mereka berdua dengan lembut.

“Aku akan memastikan Master selalu aman.”

Kusma mengangguk.


  1. Kesadaran Besar

Kusma menatap kota kecil tempat mereka berangkat pertama kali, yang kini terlihat kecil jika dibandingkan dunia yang menanti di luar sana.

Dunia ini bukan game.
Tetapi ia punya peluang yang tidak pernah dimiliki orang lain:

SPM.
Partner SSR.
Pengetahuan pola monster.
Dan party yang bisa tumbuh menjadi terkuat.

Luna menempelkan jari ke tangan Kusma.

“Master… memikirkan masa depan lagi?”

“Ya.”

“Apa isinya?”

Kusma menatap cahaya lampu kota Riverstone.

“Perjalanan kita baru dimulai. Dunia ini… terlalu besar untuk tetap di satu tempat.”

Rinne tersenyum besar, penuh energi.

“Kalau begitu—besok kita mulai babak baru!”

Luna mengangguk, clingy seperti biasa.

“Di mana pun Master pergi… aku ada di sampingnya.”

Kusma menarik napas dalam.

“Baik. Kita istirahat malam ini.
Besok pagi… kita resmi meningkatkan rank party.”

Tiga bayangan mereka melangkah menuju kota Riverstone—
dan hari esok akan membuka awal era baru bagi party kecil ini.